Saat Susi Pudjiastuti Bicara soal Korupsi dan Politik Dinasti

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 16:19 WIB
Susi Pudjiastuti di Papua
Foto: (Susi Pudjiastuti/Instagram)
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan korupsi menjadi salah satu masalah besar yang harus dihadapi di Indonesia. Dia mengatakan bila hal ini tidak kunjung diberantas dapat menjadi masalah bagi ekonomi Indonesia.

Hal itu diungkap Susi saat tampil di podcast Deddy Corbuzier, Rabu (6/10/2021). Soal korupsi ini diungkap Susi saat Deddy menyinggung soal PPKM dan dana bansos yang sempat dikorupsi.

"Korupsi is always big problem in anything, the big challenge untuk kita di Indonesia is korupsi," kata Susi seperti dikutip detikcom.

Susi juga mengatakan bila korupsi terus menerus terjadi, yang ada hal ini akan menjadi kebiasaan. Korupsi akan menjadi budaya baru dan pelakunya akan biasa-biasa saja melakukannya.

"Ini akan menjadi persoalan besar saat korupsi tidak diatensi, karena ini sudah all around, and then limitless-nya nggak ada," ungkap Susi.

Susi juga ditanyakan pendapatnya soal hukuman koruptor, apakah kelewat ringan. Menurutnya bukan masalah hukumnya ringan atau tidak. Selama ini korupsi telah melekat dan dibuat sedemikian rupa, sehingga secara struktur di masyarakat pun hal ini sah-sah saja terjadi.

"Bukan berat dan ringan, bahwa korupsi itu sekarang sudah jadi di-address dengan benar. Ibarat strukturnya saja sudah corrupt. Kalau bahasa anak jalanan, dikurangi, didiskon dan lain-lain," kata Susi.

Nah kalau sudah begini, Susi bilang dirinya khawatir pemerataan kekayaan akan menjadi tantangan besar. Kemungkinan kalau korupsi tak kunjung dibasmi maka orang yang menjadi kaya hanya segelintir orang saja.

"Akhirnya, ya I'm scared kalau wealth spread, pemerataan kekayaan itu akan challenged sekali," kata Susi.

Dari bicara korupsi, Susi juga menyinggung soal politik dinasti. Dia mengatakan kenyataan di lapangan banyak daerah yang dikuasai oleh satu keluarga. Dia menarik contoh apa yang terjadi di Probolinggo, kala jabatan Bupati pernah dijabat oleh suami dan diteruskan istrinya.

"Banyak juga kepala daerah begitu. Ada father to daughter. Kemudian misalnya their uncle, aunty, cousin, ada di DPR, ada di DPD, ada di mana-mana," papar Susi.

(hal/eds)