Ini Ramalan Ekonomi RI Tahun Depan, Tebak Positif Atau Negatif?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 14:19 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19. OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,9% di tahun 2021.
Ini Ramalan Ekonomi RI Tahun Depan, Tebak Positif Atau Negatif?
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diprediksi membaik dibandingkan tahun ini. Ekonom Senior Raden Pardede mengungkapkan walaupun bakal lebih baik, tapi ada sejumlah tantangan ekonomi yang masih akan dihadapi.

Dalam acara Indonesia Knowledge Forum X 2021 'Towards BUSINESS REBOUND: Accelerate Economic Recovery through Knowledge' Raden mengungkapkan jika sejumlah lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh 3,5% hingga 4,4%.

Kemudian di tahun 2022 ekonomi RI akan tumbuh 4,8% hingga 5,2%. "Kita lihat kuartal empat kelihatannya akan positif begitu juga pertumbuhan ekonomi di tahun depan lebih baik dari tahun ini," ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Dia menyebutkan ada beberapa hal yang harus diwaspadai misalnya pengurangan stimulus moneter atau tapering off dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun hal ini tidak terlalu berdampak signifikan ke Indonesia, namun harus dicermati.

Pasalnya akan ada perubahan yaitu pengetatan likuiditas yang membuat kondisi lebih ketat dan ada kenaikan bunga. Dia mengatakan bunga acuan di Amerika Serikat (AS) di Indonesia memiliki rentang yang jauh yakni sekitar 7,5% - 8%. Sehingga Indonesia tak perlu buru-buru menaikkan suku bunga.

Lalu ada juga tantangan pemulihan sektor penunjang ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Misalnya pemerintah juga harus mencermati berbagai sektor yang bisa bertahan dan beradaptasi misalnya digitalisasi, e-commerce hingga pelayanan kesehatan. Ada beberapa sektor yang sulit menghadapi disrupsi teknologi seperti office space, perdagangan, ritel hingga bisnis perjalanan.

Terakhir adalah adanya kompetisi AS dan China yang berada dalam situasi terburuk dan situasi itu tampaknya belum berupah pada tahun 2022. Kondisi ini akan mempengaruhi hubungan politik dengan negara lain termasuk Indonesia.

(kil/fdl)