Profesor Singapura Puji Jokowi Jenius: Utang RI Rendah-Kesenjangan Turun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 14:57 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya dalam sidang umum ke-76 PBB. Jokowi menyampaikan sejumlah isu termasuk penanganan pandemi COVID-19 di seluruh negara.
Foto: AP/United Nations
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan pujian dari profesor sekaligus peneliti institut di National University of Singapore, Kishore Mahbubani. Jokowi disebut sebagai sosok pemimpin yang jenius dan pemimpin paling efektif di dunia.

Lewat tulisan berjudul 'The Genius of Jokowi' yang dirilis pada 6 Oktober 2021 di Project Syndicate, sebuah media nirlaba yang fokus pada isu-isu internasional, Kishore Mahbubani menyebut utang publik Indonesia terbilang rendah berdasarkan ukuran internasional.

"Utang publik Indonesia rendah menurut standar internasional, kurang dari 40% dari PDB," ujar Kishore Mahbubani dalam tulisannya.

Dia juga menyoroti Koefisien Gini Indonesia (Gini Ratio) yang sederhananya adalah alat untuk mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan.

Kishore Mahbubani menjelaskan, sebelum Jokowi menjabat pada tahun 2014, Koefisien Gini di Indonesia terus meningkat, dari 28,6 pada tahun 2000 menjadi 40 pada tahun 2013.

"Koefisien kemudian menurun menjadi 38,2, penurunan signifikan pertama dalam 15 tahun. Namun, tidak seperti banyak pemimpin yang menganjurkan program besar pemerintah untuk membantu orang miskin, Jokowi bijaksana secara fiskal," terangnya.

Pengalaman pribadi Jokowi tentang kemiskinan menurutnya adalah kunci untuk memahami pencapaiannya.

Tahun 2016, misalnya, pemerintah melakukan redistribusi tanah kepada masyarakat miskin melalui formalisasi kepemilikan tanah. Jokowi juga telah memperkenalkan Kartu Indonesia Sehat dan skema jaminan kesehatan nasional baru yang ditujukan untuk memberikan perawatan kesehatan menyeluruh.

"Demikian pula, pemerintah meluncurkan Kartu Indonesia Pintar untuk meningkatkan partisipasi sekolah dan mencapai pendidikan merata, dan menyelenggarakan program bantuan tunai untuk masyarakat miskin (Program Keluarga Harapan)," tambahnya.

Dia juga mengapresiasi Jokowi yang mereformasi undang-undang perburuhan, mungkin dalam hal ini yang dimaksud adalah Undang-undang Cipta Kerja, untuk memungkinkan perusahaan menghemat di masa-masa sulit.

Simak Video d'Mentor Kuliner Kekinian Profit Pesat Buntung Cepat:

[Gambas:Video 20detik]