Jumbo! Transaksi Digital RI Tembus Rp 624 T, Terbanyak di Sektor Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 15:15 WIB
social media, closeup of hands holding smartphone in cafe, banking online, businessman with mobile internet
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus mendorong agar industri keuangan Tanah Air melakukan transformasi digital. Pasalnya, sektor ini akan memberikan andil besar bagi perekonomian di masa yang akan datang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi digital dalam negeri terus mengalami peningkatan dengan nilai saat ini mencapai US$ 44 miliar atau setara Rp 624 triliun (kurs Rp 14.200), menyumbang 41,9% terhadap transaksi ekonomi digital di ASEAN.

"Ekonomi digital di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan 41,9% transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia dan transaksi di Indonesia per hari ini mencapai US$ 44 miliar," kata Airlangga dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Ekonomi digital di Indonesia, kata Airlangga, disumbangkan oleh e-commerce, sektor edu tech dan health tech sebagai dampak dari pembelajaran berbasis online dan konsultasi kesehatan secara online. Transaksi e-commerce, perbankan digital, dan uang elektronik juga diprediksi terus meningkat di tahun ini.

"Peningkatan terbesar pada e-commerce yaitu sebesar 48,4%, sementara uang elektronik diproyeksikan masih akan mengalami peningkatan sebesar 30,1%. Fintech lending turut mengalami perkembangan pesat di mana outstanding pinjaman di tahun 2021 Agustus meningkat jadi Rp 26,09 triliun dan pinjaman baru Rp 101,47 triliun," tuturnya.

Indonesia yang memiliki bonus demografi dinilai mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan. Ditambah adanya pandemi COVID-19 tentunya berdampak pada aspek penunjang aktivitas ekonomi di kehidupan sehari-hari.

"37% konsumen baru ini telah muncul dalam pandemi COVID-19 dan 93%-nya akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital setelah pandemi COVID-19," tuturnya.



Simak Video "Transaksi Digital Kian Mudah, Pengguna Jadi Makin Konsumtif?"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/ara)