Facebook Mau Buka 10.000 Lowongan Kerja!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 08:41 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Facebook logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta -

Raksasa teknologi Facebook telah berencana untuk menciptakan 10.000 pekerjaan baru di Uni Eropa selama lima tahun ke depan. Hal ini dilakukan oleh Facebook sebagai upaya untuk membangun dunia digital yang dikenal sebagai "metaverse."

Melansir CNBC, Senin (18/10/2021), raksasa media sosial itu mengatakan pada hari Minggu kemarin kalau pihaknya akan mempekerjakan sejumlah insinyur/teknisi berketerampilan tinggi di berbagai negara di seluruh blok Uni Eropa. Meski demikian perusahaan ini mengatakan kalau akan memfokuskan upaya rekrutmennya di Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Polandia, Belanda, dan Irlandia.

"Eropa sangat penting bagi Facebook," kata Nick Clegg (selaku kepala urusan global Facebook) dan Javier Olivan (selaku wakil presiden produk pusat) dalam sebuah posting blog Minggu.

"Dari ribuan karyawan di UE, hingga jutaan bisnis yang menggunakan aplikasi dan alat kami setiap hari, Eropa adalah bagian besar dari kesuksesan kami, seperti halnya Facebook dalam kesuksesan perusahaan Eropa dan ekonomi yang lebih luas," jelas mereka lagi.

Sebagai informasi, sebelumnya CEO Facebook Mark Zuckerberg telah menguraikan visinya untuk membangun metaverse pada bulan Juli lalu. Metaverse adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dunia digital di mana banyak orang dapat berinteraksi dalam lingkungan 3D.

Bahkan belum lama ini, Facebook baru saja meluncurkan apa yang disebutnya sebagai langkah pertama 'menuju' metaverse berupa aplikasi kolaborasi kerja di mana orang-orang mengadakan pertemuan dalam realitas virtual.

Meski demikian, Facebook bukanlah satu-satunya yang ingin membangun semesta digitalnya sendiri. Diketahui bahwa sejumlah perusahaan lain, termasuk Microsoft, Roblox, dan Epic Games berinvestasi besar-besaran dalam membuat versi metaverse mereka sendiri.

"Saat kami memulai perjalanan untuk menghidupkan metaverse, kebutuhan akan insinyur/teknisi yang sangat terspesialisasi adalah salah satu prioritas Facebook yang paling mendesak," kata Clegg dan Olivan.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah di seluruh UE untuk menemukan orang yang tepat dan pasar yang tepat untuk memajukan ini, sebagai bagian dari upaya perekrutan yang akan datang di seluruh kawasan," jelasnya Clegg dan Olivan lagi.

(fdl/fdl)