Miris! Upah Orang Latin di AS Cuma Setengah Gaji Kulit Putih

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 09:30 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Di Amerika Serikat (AS), saat bekerja rata-rata orang Latin hanya menghasilkan US$ 0,57 untuk setiap dolar yang diterima orang kulit putih. Dengan kata lain di AS penghasilan yang dapat diterima oleh orang Latin sekitar setengah dari orang kulit putih.

Melansir dari CNBC, Jumat (22/10/2021), kesenjangan dalam pemberian upah ini dapat memberikan kerugian yang signifikan kepada Orang Lantin. Secara matematik orang latin mengalami kerugian sebesar US$ 1.156.440 atau setara dengan Rp 16,4 miliar (bila dihitung dengan kurs Rp 14.200/dolar AS) selama 40 tahun berkarir.

Menurut perhitungan dari National Women's Law Center (NWLC), rata-rata orang Latin kehilangan US$ 2.409 atau setara dengan Rp 34,2 juta setiap bulannya, atau US$ 28.911 (setara dengan Rp 410,5 juta) per tahunnya dalam bentuk kesenjangan pemberian upah.

Menurut seorang ahli, diskriminasi dalam pemberian upah ini hanya memperlebar kesenjangan ekonomi bagi orang Latin selama pandemi.

"Penghasilan yang hilang ini tidak hanya membuat Latinas tidak memiliki 'bantalan' keuangan untuk mengatasi krisis saat ini Tetapi juga mempersulit mereka untuk membangun kekayaan, berkontribusi pada kesenjangan kekayaan rasial dan hambatan bagi kemakmuran ekonomi keluarga Latinx," kata direktur penelitian NWLC Jasmine Tucker.

Tidak hanya itu, secara luas kesenjangan pemberian upah ini menimpa banyak pekerja perempuan di AS. Rata-rata wanita di AS hanya dibayar US$ 0,82 untuk setiap dolar yang dibayarkan kepada pria, dan kesenjangan dalam pemberian upah ini lebih besar lagi bagi sebagian besar 'women of color'. Women of color sendiri adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan wanita non-kulit putih.

Karenanya, agar dapat mengatasi permasalahan diskriminasi upah ini Tucker mengatakan kalau kebijakan terkait menaikkan upah minimum pada tingkat federal perlu disahkan. Selain itu ia merasa kalau permasalahan ini hanya dapat terselesaikan bila pemerintah, pengusaha, dan karyawan dapat bekerja sama untuk menutup kesenjangan itu.

"Perlu ada kebijakan di tingkat negara bagian dan di tingkat federal yang akan memungkinkan [menutup kesenjangan]," jelas Tucker.

(das/das)