Pengusaha Rental Borong 100.000 Unit Tesla, Nilainya Ditaksir Rp 56 Triliun!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 08:44 WIB
Lyngdal, Norway - August 02 2021: Tesla Superchargers at use at Handelsparken.
Foto: Getty Images/Trygve Finkelsen
Jakarta -

Nilai pasar atau kapitalisasi pasar Tesla melesat dan menembus angka US$ 1 triliun atau setara dengan Rp 14.100 triliun (asumsi kurs Rp 14.100). Hal itu terjadi setelah produsen mobil listrik ini mendapat order besar-besaran dari perusahaan rental Hertz.

Dikutip dari ABC, Selasa (26/10/2021), hal tersebut membuat Nasdaq ditutup 0,9% lebih tinggi. Dua indeks saham lainnya juga mengalami kenaikan.

Nilai pasar Tesla mencapai angka US$ 1 triliun (US$ 1,33 triliun) usai mendapat pesanan terbesarnya untuk kendaraan listrik. Perusahaan rental Hertz membeli 100.000 Tesla untuk menjadi armadanya.

Mobil-mobil yang dipesan itu akan mengambil porsi 20% armada Hertz. Berkat itu, saham Tesla pun melesat hampir 15% menjadi US$ 1.045.

"Kendaraan listrik sekarang menjadi arus utama, dan kami baru saja mulai melihat meningkatnya permintaan dan minat global," kata kepala eksekutif interim Hertz, Mark Fields.

"Kami benar-benar percaya bahwa ini akan menjadi keunggulan kompetitif bagi kami," tambahnya.

Hertz menolak untuk mengungkapkan berapa banyak yang harus dibayar untuk pesanan tersebut. Sementara itu, jenis Tesla yang dibeli biasanya seharga US$44.000, artinya pesanan bisa bernilai lebih dari US$ 4 miliar atau setara Rp 56 triliun .

Hertz akan mendapat mobil tersebut pada akhir 2022. Hal itu akan meningkatkan jaringan untuk pemasangan pengisian listrik.

Pelanggan yang menyewa Tesla Model 3 akan memiliki akses di 3.000 stasiun pengisian daya di seluruh Amerika Serikat dan Eropa. Meski demikian, belum ada kabar apakah Tesla akan dibawa ke Australia untuk disewakan.



Simak Video "Eks Insinyur Tesla: Harga Mobil Listrik Belum Masuk Akal, Harusnya Setara Avanza"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)