Digitalisasi Jadi Jurus Pengusaha Genjot Industri Logistik

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 15:51 WIB
Ilustrasi Logistik
Foto: Direktur Utama KBS, Akbar Djohan (Istimwea)
Jakarta -

Pelantikan Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) periode 2021-2026 yang berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2021 lalu, bertempat di Westin Hotel (hybrid) berlangsung secara hikmat dan membawa energi postif untuk menjalankan program KADIN dalam menggerakkan roda perekonomian sebagaimana diamanatkan UU No. 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Industri Indonesia

Pada saat bersamaan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid melantik Kepala Badan dan seluruh anggota untuk bersama-sama menjalankan program-program KADIN lima tahun yang akan datang.

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN Indonesia, Akbar Djohan menyatakan bahwa KADIN di bawah kepemimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid optimis dalam kepengurusan kedepannya mampu bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan percepatan dan pertumbuhan perekonomian nasional.

"Alhamdulillah saya dipercayakan oleh Ketua Umum Arsjad Rasjid untuk menjabat sebagai Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN. Amanah ini pastinya akan saya maksimalkan dan akan berkontribusi penuh dalam kepengurusan ini sehingga bisa melakukan gebrakan-gebrakan serta inovasi dalam bidang logistik dan rantai pasok," ungkap Akbar pada Jumat (22/10/2021).

CEO Krakatau International Port ini juga mengatakan perkembangan dunia logistik dan rantai pasok tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi KADIN, dengan adanya beberapa peluang, seperti Indonesia yang sedangkan dipersiapkan untuk menjadi poros maritim dunia, yang kemudian tantangan berupa disrupsi teknologi yang begitu cepat serta peningkatan SDM untuk menunjang kegiatan logistik dan rantai pasok di Indonesia.

"Badan Logistik KADIN telah telah melakukan pemetaan ekosistem logistik nasional dengan melakukan pengembangan infrastruktur transportasi melalui manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi dan komunikasi, dan pelaku dan penyedia jasa logistik. Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan blue print SISLOGNAS. Dan utamanya mendorong dan mendukung terciptanya ekosistem logistik dan rantai pasok yang terintegrasi berbasis digital," ujar Akbar.

Akbar menambahkan, KADIN fokus terhadap beberapa bidang logistik dan rantai pasok, seperti manufaktur, kesehatan, agro, kelautan, dan tentunya pertambangan. Tak lupa pula KADIN melakukan perbaikan terhadap tata kelola logistik dan rantai pasok, dengan sistem logistik yang efisen, inklusif untuk meningkatkan daya saing komoditas, dan pertumbuhan permintaan.

"Harapan saya tentunya ke depan nanti lewat KADIN, industri logistik dan rantai pasok terus maju dan bertumbuh dengan beberapa program Badan Logistik yang utamanya integrasi dan efisiensikan seluruh kegiatan dengan digitalisasi dan juga mendorong terciptanya wirausaha yang inklusif, kolaboratif dan juga mendukung pemulihan kesehatan serta bersama KADIN bangkitkan ekonomi nasional," tutup Akbar.

(dna/dna)