RI Masih Jadi Incaran Investasi Infrastruktur, Ini Buktinya

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Nov 2021 22:28 WIB
Infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus dibangun. Begini potretnya.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Jakarta -

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan saat ini realisasi investasi kebutuhan infrastruktur di 2021 begitu bergeliat dibanding tahun sebelumnya. Terutama pada investasi internasional.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kemeninves/BKPM Yuliot Tanjung mengatakan pada kuartal I-III/2021, realisasi investasi asing-domestik mencapai Rp 659,4 triliun. Lebih tinggi daripada realisasi investasi periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 611,6 triliun.

Pihaknya pun optimistis keadaan ini bisa terus berlanjut di 2022. Hal ini sejalan dengan proyeksi kenaikan total investasi tahun depan yang berada di kisaran 22-30% (yoy).

"Karena target investasi meningkat, Kemeninves/BKPM juga akan optimistis," ucapnya dalam keterangan pers, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, realisasi investasi ketenagalistrikan sendiri begitu menonjol sepanjang tahun berjalan ini. Investasi di sektor ini, bahkan masuk dalam realisasi modal terbesar di lima sektor.

Rinciannya, invetasi di sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp 88,8 triliun), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan (Rp 82,7 triliun), transportasi, gudang dan telekomunikasi (Rp 80 triliun), listrik, gas dan air (Rp 59,4 triliun), serta pertambangan (Rp 53,3 triliun).

"Jadi, karena secara umum target investasi 2022 naik, investasi di banyak sektor juga akan naik semua," ujarnya.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik