Erick Thohir Buka-bukaan soal Tudingan Bisnis PCR hingga Mejeng di ATM

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 18:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Jakarta -

Sederet tudingan negatif tiba-tiba dialamatkan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Mulai dari mencari peruntungan di bisnis PCR hingga kampanye terselubung lewat ATM demi menarik suara untuk Pilpres.

Erick pun menepis kabar itu semua. Tudingan-tudingan itu menurutnya tidak benar. Berikut buka-bukaan Erick soal beragam tudingan negatif yang menerpa dirinya.

1. Tudingan Bisnis PCR

Soal tudingan mencari untung di tengah bisnis PCR menurutnya tidak benar. Erick bilang pejabat memang berisiko menerima fitnah. Dia juga mengingatkan apapun tuduhannya, harus bisa dibuktikan dengan data-data yang jelas.

"Pejabat publik punya risiko menerima fitnah. Ini harus dibuktikan tak bisa menuduh sembarangan tanpa data," ungkap Erick dalam acara Kick Andy Show, dikutip Senin (15/11/2021).

Erick mengatakan dirinya tidak mengetahui terkait pendirian GSI, yang jelas dia hanya bilang pembentukan GSI adalah lewat yayasan. Erick menegaskan dirinya tak pernah punya sejarah berbisnis di sektor kesehatan.

"GSI pendiriannya pun saya juga tidak mengikuti dan itu di bawah yayasan. Ini bukan bisnis saya, kesehatan saya tidak ada track record itu dan saya di-framing memperkaya diri," ungkap Erick.

Dia pun menegaskan dirinya sejak awal ditunjuk jadi Menteri BUMN sudah melepas semua jabatan apapun yang melekat pada dirinya. Harta-harta dan semua kekayaannya pun sudah dilaporkan ke KPK dan dalam laporan pajak.

"Sejak awal saya diminta pak presiden saya lepaskan seluruh jabatan saya, saya melaporkan harta saya di KPK, di pajak, dan secara transparan," kata Erick.

Erick sempat ditanyakan soal penetapan tes PCR sebagai syarat penerbangan. Dia bilang tak ada sama sekali upaya menguntungkan diri ataupun menguntungkan para pengusaha PCR.

Nah, menurutnya hal ini diputuskan dalam rapat terbatas. Dalam rapat itu, semua pihak diajak berdiskusi, dengan begitu keputusan syarat penerbangan dengan PCR adalah atas kesepakatan dan pertimbangan semua pihak.

"Ratas itu dihadiri bukan cuma Erick Thohir, ada Menkeu, Menkes, Wapres, Presiden, rapat terbatas itu, apa mungkin itu men-setting untuk untungkan saya? Nggak mungkin, berarti semua yang ada di ratas itu dituduh memperkaya diri sendiri, apakah karena hal yang bukan bisnis," ungkap Erick.

Erick juga jawab kabar maju pilpres. Cek halaman berikutnya.

Simak video 'Polisi Tolak Laporan Aktivis ProDEM soal Dugaan Bisnis PCR Luhut-Erick':

[Gambas:Video 20detik]