RI Dorong UMKM Jadi Eksportir Daging Ayam, Begini Strateginya

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 16:21 WIB
Marsilus atau yang akrab disapa Marsel, salah seorang nasabah kredit BRI memulai bisnis peternakan ayam dengan mengurusi usaha orang tuanya di Putussibau, Kapuas HUlu, Kalimantan Barat.
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama PT Astra International Tbk, bersinergi untuk mencetak para peternak ayam kecil agar siap menjadi eksportir daging ayam ke negara tetangga dan negara mayoritas muslim.

Peternak ayam ini merupakan binaan Ikatan Pesantren Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Indonesia (Insan Madani) yang merupakan fasilitator lima sentra ayam Desa Sejahtera Astra (DSA) pesantren di Jawa Timur yaitu Al Azhar Aslich Mughny, Al Fatah, Mambaul Ulum, Anharul Ulum, dan Fathul Ulum.

Sinergi tersebut, salah satunya diwujudkan Kemendag dengan menfasilitasi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama mengenai Pengembangan Ekosistem Kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) DSA antara Insan Madani dan PT Darbe Jaya Abadi (Darbe Meats).

Penandatanganan dilaksanakan pada Sabtu (13/11) di Sidoarjo, Jawa Timur dan disaksikan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan.

"Melalui kerja sama ini, Darbe Meats berkomitmen untuk menjadi penjamin (off taker) dan fasilitator DSA pesantren untuk komoditas produk peternakan ayam. Ke depannya, lima DSA pesantren yang tersebar di Blitar, Malang, dan Jombang akan menjadi pemasok ayam kepada Darbe Meats. Para pemasok ayam selanjutnya memasok kebutuhan pasar dalam negeri dan pasar global. Saat ini tengah menjajaki peluang ekspor perdana produk daging ayam ke Malaysia," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menjelaskan, ruang lingkup kerja sama ini antara lain kerja sama pemasaran untuk produk ayam dan turunannya untuk pasar lokal dan internasional, pengembangan rantai pasok (value chain) produk ayam dan turunannya, serta pembinaan dan pelatihan bagi peternak DSA pesantren produsen produk ayam dan turunannya.

"Ruang lingkup kerja sama ini juga meliputi pemanfaatan ekosistem dan teknologi digital bagi para UMKM dan peternak binaan DSA. Selain itu, menghubungkan dan mencocokan (link and match) produk ekspor serta memfasilitasi pemasaran melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan ekspor di luar negeri, seperti Indonesian Trade Promotion Center, Atase Perdagangan RI, Kedutaan Besar RI, dan diaspora," tutur Marolop.

Bersambung ke halaman selanjutnya.