RI Pernah Diramal Bubar, Erick Thohir: Malah Makin Kuat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 11:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Indonesia telah melewati berbagai macam krisis. Dalam melewati krisis itu, Indonesia mulanya kerap dipandang sebelah mata hingga diramal bubar.

Hal itu diceritakan Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara 3rd Indonesia Human Capital Summit 2021, Selasa (16/11/2021).

Erick bercerita, tahun 1998 Indonesia dihadapkan pada krisis ekonomi dan gonjang-ganjing politik. Tahun 2008, Indonesia dihadapkan pada krisis finansial. Kemudian, Indonesia saat ini dihadapkan krisis kesehatan.

Namun, Indonesia mampu keluar dari krisis tersebut. Meski, sering kali dipandang sebelah mata.

"Semua melihat kita sebelah mata, tapi kita buktikan kepada dunia, kita rebound. 2008 media di sana-sini menulis, Indonesia bubar, enggak, malah makin kuat," katanya.

Bahkan, untuk penanganan COVID-19, Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

"Indonesia one of the best country can manage COVID," katanya.

Menurutnya, salah satu kunci melewati krisis adalah gotong royong. Kemudian, tidak mengedepankan ego.

"Kuncinya apa, ya karena perbedaan kita dan gotong royong kita. Dan jangan menjadi ego sebagai motor utama. Sama, di korporasi juga. Kita harus agile," katanya.

"Tapi itu merupakan bagian tadi bagaimana kita memastikan kecepatan yang terjadi jangan kaki kita terikat oleh tadi struktur atau birokrasi yang hari ini dengan digitalisasi akan menjadi isu adaptasi menjadi penting, bisnis proses harus, karena kita adalah bagian dari badan usaha milik negara," sambungnya.

(acd/eds)