Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 2 T Untuk Proyek Infrastruktur Nasional

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 13:01 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk berkomitmen untuk memberikan fasilitas kredit senilai Rp 2 triliun kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di tanah air dan percepatan pemulihan ekonomi nasional. Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengungkapkan rencananya, fasilitas kredit dengan skema Term Loan ini akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan dengan jangka waktu empat tahun.

Dia menyebut dukungan ini merupakan inisiatif perseroan untuk aktif dalam pengembangan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia melalui lembaga keuangan pembiayaan infrastruktur yang memperhatikan keberlangsungan sosial dan lingkungan di sekitarnya.

"Perjanjian ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat pembangunan infrastruktur nasional. Kami berharap agar kolaborasi ini dapat menjadi katalis untuk mendukung kebangkitan perekonomian Indonesia ke depan," ujar Rohan, Rabu (17/11/2021).

Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengungkapkan IIF sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur di Indonesia, dimandatkan oleh pemegang saham untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang sekaligus juga sebagai forefront enabler dari pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan.

"Melalui perjanjian ini, IIF optimis semakin leading dalam pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia," jelas dia.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan jika pembangunan infrastruktur saat ini berpotensi memberikan kontribusi pada pemulihan ekonomi yang lebih kuat serta sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim.

Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas nasional di Indonesia. Sri Mulyani menambahkan, hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan dasar dan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 417 triliun untuk infrastruktur pada tahun 2021. Pembangunan dan transformasi infrastruktur di Indonesia bertujuan untuk mempercepat pembangunan di seluruh wilayah terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

(kil/das)