Uber Izinkan Masyarakat Pesan Ganja Lewat Aplikasi

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 08:55 WIB
Ilustrasi Uber
Foto: Reuters
Jakarta -

Perusahaan ride hailing, Uber, akan mengizinkan para pengguna aplikasi di Ontario - Kanada untuk memesan ganja melalui aplikasi Uber Eats miliknya. Hal ini disampaikan oleh juru bicara perusahaan pada Senin (22/11) kemarin.

Sebagai informasi, sudah lebih dari tiga tahun sejak Negeri Daun Mapel Kanada ini melegalkan penggunaan ganja.

Selain itu, menurut data dari perusahaan riset industri BDS Analytics, penjualan ganja di Kanada akan mencapai US$ 4 miliar (Rp 56,8 triliun - berdasarkan kurs Rp 14.200/dolar AS) pada tahun 2021 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 6,7 miliar (Rp 95,140 triliun) pada tahun 2026.

Melansir dari CNN, Selasa (23/11/2021), Uber Eats telah mendaftarkan sejumlah pengecer ganja seperti Tokyo Smoke di aplikasinya sejak Senin kemarin. Setelah itu pelanggan dapat memesan ganja dari aplikasi Uber Eats dan kemudian mengambilnya di toko Tokyo Smoke terdekat.

Uber mengatakan bahwa kemitraan ini secara positif akan membantu orang dewasa Kanada membeli ganja legal yang aman, dan membantu memerangi penjualan ganja di pasar ilegal yang masih menyumbang lebih dari 40% dari semua penjualan ganja non-medis secara nasional.

Ketika ditanya tentang kemungkinan ekspansi ke provinsi Kanada lainnya atau ke Amerika Serikat, juru bicara Uber mengatakan "tidak ada lagi yang bisa dibagikan saat ini."

"Kami akan terus mengamati peraturan dan peluang dengan cermat pasar demi pasar. Dan seiring dengan berkembangnya undang-undang lokal dan federal, kami akan menjajaki peluang dengan pedagang yang beroperasi di wilayah lain," kata juru bicara Uber kepada Reuters.



Simak Video "Polda DIY Bongkar Peredaran Ganja, 9 Orang Diringkus!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)