Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Dukungan Pelaku Usaha, Begini Caranya

Elsa Azzahra - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 19:03 WIB
Ilustrasi wanita karier atau PNS
Foto: Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Mardani H Maming (istimewa)
Jakarta -

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggandeng Kementerian Investasi/BKPM menyelenggarakan acara Digital Technopreneur Festival (DTF) 2021 dan Socio Technopreneur Campus (STC) 2021yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Puncak dari acara Digital Technopreneur Festival 2021 dan Socio Technopreneur Campus 2021 ini adalah pengumuman hasil investor dan investor matchinguntuk Digital Technopreneur Festival 2021.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H Maming menyatakan bahwa dengan berkembangnya ekonomi digital, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan melonjak delapan kali lipat dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030 mendatang. Salah satunya E-commerce berperan cukup besar, yaitu 34 persen atau setara dengan Rp 1.900 triliun.

Digital Technopreneur Festival 2021 dan Socio Technopreneur Campus 2021 merupakan terobosan Kementerian Investasi dan HIPMI untuk menciptakan wirausaha baru sebagai inventor startup dan menjadikan program kampus merdeka sebagi media untuk mencetak wirausaha baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital dalam negeri.

"Saat ini, kita bisa melihat perkembangan ekonomi digital yang sangat cepat dan sehingga kita harus terus berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan universitas untuk menciptakan inovasi di era baru ini, dengan banyak potensi yang terbuka untuk ekonomi digital. Meskipun ekonomi digital Indonesia berkontribusi sebanyak 4 persen terhadap PDB nasional tahun 2020," ungkap Mardani.

Bersambung ke halaman selanjutnya.