Simak! Ini 6 Racikan Jokowi Perkuat Ekonomi di 2022

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 05:40 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Ketidakpastian masih menaungi perekonomian global maupun domestik. Untuk menghadapi itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan racikan khusus yang akan menjadi fokus kebijakan di 2022.

Jokowi menegaskan bahwa APBN di 2022 harus dirancang responsif, antisipatif, dan fleksibel. Dari prinsip itu ada enam fokus kebijakan utama yang akan dijalankan pemerintah.

"Selain itu APBN 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural. Kita akan fokus pada enam kebijakan utama," tuturnya dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).

Jokowi menjabarkan, pertama melanjutkan pengendalian COVID-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Kedua menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.

Ketiga peningkatan SDM yang unggul. Keempat melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.

"Kelima penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah. Keenam melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero base budgeting agar belanja lebih efisien," tambahnya.

Dalam acara ini secara simbolis Jokowi menyerahkan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Ada semnilan kementerian dan lembaga (K/L) yang menerima DIPA secara simbolis berdasarkan opini laporan keuangan, prioritas belanja pemerintah tahun 2022 dan kinerja pengelolaan anggaran.

Berikut kesembilan K/L yang menerima DIPA secara simbolis:

1. Kementerian Kesehatan
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
3. Kementerian Komunikasi dan Informatika
4. Kementerian Pertanian
5. Kementerian Pertahanan
6. Kepolisian Negara Republik Indonesia
7. Kementerian Perhubungan
8. Badan Pemeriksa Keuangan
9. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Lihat juga Video: 8 Juta Usaha Kreatif Indonesia Sudah Masuk Ekonomi Digital

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)