ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Sebut Bansos Bisa Bikin Orang RI Melek Keuangan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 11:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Kepala BNN Budi Waseso melakukan rilis terkait penggagalan penyelundupan narkotika, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar penyelundupan narkotika di Aceh dan Medan. Dalam upaya penggagalan Narkotika tersebut, petugas berhasil mengamankan 110.84 Kilogram Sabu serta 18.300 butir ekstasi. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemberian bantuan sosial (bansos) bisa ikut mendorong tingkat inklusi keuangan. Lebih banyak masyarakat jadi melek keuangan karena dapat bansos.

Pasalnya selama ini para penerima bansos ternyata banyak yang belum pernah menggunakan layanan bank. Bansos sendiri diberikan melalui rekening perbankan. Dengan begitu, angka inklusi keuangan bisa meningkat lewat pemberian bansos.

"Pemerintah berikan 10 juta keluarga dana transfer tiap bulannya atau 3 bulan sekali dalam bentuk. Mereka ini ternyata ada yang nggak pernah punya account di bank. Nah dengan transfer pemerintah ini kita sekalian melakukan inklusi keuangan," ungkap Sri Mulyani dalam webinar DSN MUI, Kamis (2/12/2021).

"Dalam kondisi musibah COVID-19, penetrasi keuangan ternyata akan meningkat," katanya.

Namun begitu, Sri Mulyani mengatakan tetap saja banyak masyarakat yang terkendala untuk membuka rekening bank di beberapa daerah. Untuk kasus seperti ini pemerintah akan menyalurkan bantuan lewat kantor pos.

"Tali memang masih banyak daerah itu yang nggak bisa buka bank account. Untuk itu kami juga gunakan kantor pos untuk delivernya," ungkap Sri Mulyani.

Dia menambahkan saat ini kerangka pemulihan ekonomi akan difokuskan dengan penggunaan APBN. Salah satunya lewat jaring pengaman sosial berbentuk bansos tadi.

"Di dalam kerangka pemulihan ekonomi kita akan gunakan APBN untuk fokus pulihkan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

(hal/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT