Jurus KKP Genjot Ekspor Komoditas Udang hingga Lobster di 2022

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 18:54 WIB
Peternak memanen lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang dibudi dayakan untuk konsumsi di Kleco, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/11/2021). Menurut pembudi daya, lobster air tawar untuk konsumsi tersebut banyak dipasarkan ke sejumlah hotel dan restoran di Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar hingga Batam dengan omzet rata-rata 20 hingga 30 juta per bulan. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mulai mengimplementasikan dua program KKP di awal tahun 2022. Hal ini dilakukan untuk menggenjot produktivitas sektor perikanan budidaya di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu, dua program terobosan yang dimaksud yakni pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor dengan komoditas unggulan di pasar global. Serta pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

"Kami yang berada di DJPB baik pusat maupun di daerah melalui Unit Pelaksana Teknis serta bersinergi dengan lintas sektoral akan berjuang sama-sama untuk merealisasikan dan menjalankan dua program terobosan yang akan kami jalankan di tahun 2022 ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Hal ini dia ungkapkan dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun 2021 dan Proyeksi Kinerja Subsektor Perikanan Budidaya di 2022 yang berlangsung secara hybrid.

Dia melanjutkan untuk merefleksikan program terobosan tersebut, KKP fokus pada komoditas berorientasi ekspor yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut. Untuk udang sendiri sudah ada target produksi yakni 2 juta ton pada tahun 2024.

"Strategi KKP berupa revitalisasi tambak udang tradisional menjadi tambak semi intensif melalui peranan teknologi dengan target seluas 45 ribu hektare (ha). Melalui strategi ini, produktivitas tambak dari 0,6 ton/ha/tahun diharapkan meningkat menjadi 30 ton/ha/tahun," jelasnya.

Strategi lainnya melalui Modelling tambak udang seluas 1.000 ha yang merupakan percontohan kawasan tambak udang modern terintegrasi yang menerapkan good aquaculture practices dari hulu hingga hilir. Melalui modelling tambak ini diharapkan produktivitas dari 0,6 ton/ha/tahun diharapkan bisa menjadi 80 ton/ha/tahun.

"Peningkatan produksi komoditas berorientasi ekspor jadi harga mati. Guna pemulihan ekonomi nasional selama pandemi yang masih membayangi kita semua. Salah satu komoditas yang akan kita kejar terus produksinya adalah udang karena memang udang masih jadi primadona ekspor," tegas Tb Haeru.