Target Jokowi di 2023: Ekonomi Tumbuh 5,9%, Kemiskinan Jadi 7,5%

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2022 10:45 WIB
Presiden Jokowi kembali menegur keras menteri-menterinya di Kabinet Indonesia Maju. Terbaru di sidang kabinet paripurna kemarin. Sinyal reshuffle?
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2023 yang berisi target dan sasaran perekonomian hingga rencana pembangunan di tahun depan. Tema RKP tersebut adalah 'Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan'.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan bisa tumbuh ke level 5% pada tahun depan.

"Target sasaran pembangunan dalam rancangan awal RKP 2023 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3% hingga 5,9%," kata Suharso dalam Musyawarah Perencananaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2022, Kamis (28/4/2022).

Tingkat kemiskinan Indonesia yang sempat naik akibat pandemi COVID-19, diharapkan bisa kembali turun di tahun depan. Setidaknya bisa mencapai level 7,5%.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26,5 juta per September 2021 atau 9,71% secara persentase. Angka itu turun 0,43% dibandingkan Maret 2021.

Tak hanya kemiskinan, pemerintah juga berharap tingkat pengangguran terbuka bisa turun ke level 5,3%-6% di tahun 2023. Saat ini tingkat pengangguran terbuka Indonesia hingga Agustus 2021 sebesar 6,49%.

Sasaran pembangunan lainnya adalah tingkat rasio gini yang diharapkan bisa turun ke level 0,375 pada tahun depan. Serta Indeks Pembangunan Manusia menuju ke level 73,31.

Pemerintah juga berencana untuk menurunkan emisi gas rumah kaca menjadi 27,02%. Sedangkan nilai tukar petani 103-105 dan nilai tukar nelayan 106-107.

"Berbagai indikator penting pembangunan terus menunjukkan perbaikan dan ini menunjukkan optimisme bagi kita semua untuk melakukan percepatan pemulihan dan tumbuh sehingga mampu menuju transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Simak Video 'Jokowi Wanti-wanti Krisis Berlanjut Hingga 2023: Hati-hati!':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)