ADVERTISEMENT

BNI Fasilitasi Kegiatan Ekspor-Impor 200.000 Diaspora di AS

Atta Kharisma - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2022 15:22 WIB
Beragam produk rotan dikerjakan di workshop Aryasena, Sukoharjo, Jawa Tengah. Difasilitasi oleh BNI Xpora, produk rotan ini telah menembus pasar Eropa.
Foto: dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) mendukung hubungan dagang antara pelaku usaha Indonesia dengan Amerika Serikat. Komitmen tersebut ditegaskan lewat program BNI Xpora yang membantu berbagai produk Usaha Kecil, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk lebih dikenal di mancanegara.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani menjelaskan BNI berperan penting dalam membantu kegiatan ekspor dan impor produk UMKM milik diaspora Indonesia yang kurang lebih mencapai 200.000 orang di AS.

"Dengan program mereka (BNI) tidak hanya memberikan fasilitas perbankan, tetapi yang penting juga memberikan program edukasi finansial kepada para diaspora untuk melakukan kegiatan ekspor impor. Dan semua fasilitas perbankan itu diberikan oleh Bank BNI secara masif karena BNI juga mempunyai cabang di banyak negara," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/5/2022).

Ia juga mengapresiasi upaya BNI memberikan fleksibilitas tinggi di kala para diaspora Indonesia di AS mengalami beberapa kendala, sehingga membuat kelangsungan dari dunia usaha berjalan baik dari yang skala kecil sampai skala besar.

"Diaspora membutuhkan pembiayaan yang cepat, tepat, dan mengerti dunia usaha dari para pengusaha kita, dan juga regulasi serta kompetisi yang ada di Amerika Serikat. Jadi BNI sangat proaktif dalam menjemput bola yang ada di antara diaspora ini," imbuhnya.

Strategi Jitu

Rosan menyebutkan terdapat strategi jitu untuk mendorong promosi bisnis UMKM Indonesia di AS, yakni melalui digitalisasi. Tercatat, dari hampir 60 juta UMKM baru 9 juta saja yang tersentuh oleh digitalisasi.

"Kita harapkan dengan adanya digitalisasi ini (BNI Xpora) termasuk dengan pihak perbankan dan banyak pihak itu bisa membantu UMKM untuk dapat lebih berkiprah di sisi ekspor. Kita juga memberikan market intelligence atau masukan mengenai keadaaan market yang ada di US, tren dan ekspektasinya seperti apa, sehingga itu bisa disesuaikan dengan produk-produk UMKM kita lebih diterima dan masuk di pasar Amerika ini," paparnya.

Sementara itu General Manager BNI New York Aidil Azhar mengungkapkan selain mendorong bisnis UMKM untuk bisa go internasional, BNI juga berkomitmen memberikan segudang solusi keuangan kepada nasabah diaspora Indonesia di AS.

Salah satunya adalah pinjaman baik untuk modal kerja maupun untuk pembelian peralatan, kendaraan, tempat usaha dan lain sebagainya. Dalam dunia perbankan, bantuan ini dikategorikan sebagai pinjaman modal kerja dan pinjaman investasi.

"Di samping itu, pelaku usaha diaspora Indonesia yang biasanya melakukan transaksi perdagangan impor atau ekspor, BNI New York uga memberikan layanan trade finance, jadi misalnya dengan pemberian pembukaan Letter of Credit (LC), advising LC, LC discounting, serta Foreign Exchange," jelas Aidil.

Baca Selanjutnya >>>

Operasional

Aidil mengaku melihat banyak pelaku bisnis diaspora Indonesia yang membeli barang atau impor dari Indonesia. Hal ini membuat mereka terkadang memerlukan rekening operasional dalam mata uang rupiah, misalnya untuk melakukan pembayaran ke partnernya di Indonesia.

"Jadi dalam hal BNI juga bisa membantu untuk membukakan rekening rupiah tanpa harus mereka kembali ke Indonesia karena cabang New York sudah bekerja sama dengan unit di BNI dalam negeri untuk pembukaan rekening rupiah," terangnya.

Adapun transaksi keuangan diaspora yang selama ini sudah ditangani BNI New York memiliki tren yang baik. Aidil menuturkan dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap pelaku UMKM, baik yang Indonesia maupun yang ada di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat.

"Jadi kita banyak memberikan pinjaman ataupun solusi keuangan kepada mereka terutama yang golongan UMKM. Kita melihat semakin banyak diaspora Indonesia di Amerika Serikat yang memang ingin berwiraswasta dan mengembangkan bisnisnya di sini," ungkapnya.

Bahkan, banyak di antara para diaspora yang mencoba untuk me-leverage produk-produk Indonesia untuk dijual ke pasar Amerika Serikat. Hal ini dikatakan Aidil menjadi tren lain yang sangat baik karena para diaspora ini juga dapat turut andil meningkatkan transaksi ekspor Indonesia.

Kisah Manis UMKM Binaan BNI di Amerika

BNI telah membawa banyak UMKM sukses menembus pasar Internasional, salah satunya Food Services Industry milik diaspora Indonesia yang ada di Amerika Serikat, Golden Nest Corporation. Golden Nest Corporation telah menjadi nasabah BNI New York selama lebih dari 10 tahun, dan menggunakan fasilitas keuangan BNI sebagai modal kerja.

Berkat dukungan BNI dari modal kerja, Golden Nest Corporation banyak melakukan perkembangan di bidang yang lain.

Perwakilan Golden Nest Corporation Jemmy Pranyoto mengungkapkan saat pertama kali menggunakan jasa keuangan BNI, perusahaan masih sepenuhnya menjadi importir dan distributor. Barulah dalam 10 tahun terakhir, berkat BNI, Golden Nest mulai bergerak di bidang food manufacturing atau pabrik makanan.

"Jadi ada suatu perubahan di sini. Saya melihat BNI cukup luwes. Walaupun secara di atas kertas hanya sebagai modal kerja, tetapi saya lihat ini secara keseluruhan ini full package untuk me-support kami yang ada di sini," tuturnya.

Ia mengatakan Golden Nest tidak memandang BNI New York sebagai sekadar bank Indonesia yang ada di AS. Menurutnya, BNI New York adalah bank Amerika yang dimiliki oleh Indonesia, sehingga peraturan-peraturannya selalu mengikuti regulasi badan yang ada di AS, seperti The Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan segala macam audit lainnya.

Ke depannya, Jemmy berharap support BNI untuk pelaku usaha dan diaspora di AS dapat terus berjalan. Rencananya, Golden Nest akan ekspansi lebih luas ke lebih banyak negara bagian di Amerika Serikat.

(fhs/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT