ADVERTISEMENT

Ekonomi Gerak Lambat, Singapura Nggak Pede Bisa Tumbuh 5%

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 08:27 WIB
Singapore, Singapore - December 22, 2013: The Merlion fountain lit up at night in Singapore.
Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal II-2022 tumbuh 4,4%. Angka itu melambat dibandingkan perkiraan, di mana diperkirakan ekonomi Negeri Singa tumbuh 4,8%.

"Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4,4% tahun-ke-tahun pada kuartal kedua. Lebih rendah dari pertumbuhan 4,8% yang terlihat dalam perkiraan awal pemerintah," kata keterangan resmi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (MTI) Singapura, dikutip dari CNBC, Kamis (11/8/2022).

Data kementerian menunjukkan adanya kontraksi pertumbuhan antara kuartal ke kuartal sebesar 0,2%. Padahal perkiraan awal diharapkan tidak ada kontraksi alias 0%. Sementara pertumbuhan pada kuartal I-2022 tumbuh 0,8%.

Melihat pertumbuhan ekonomi yang melambat, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian menurunkan ekspektasinya untuk pertumbuhan ekonomi secara total di 20222. Mulanya pemerintah memperkirakan ekonomi negaranya bisa tumbuh dari 3% menjadi 5%.

Namun, ekspektasi itu dikurangi dari 3% menjadi 4% saja. Ekspektasi itu dikurangi karena prospek permintaan eksternal untuk ekonomi telah melemah dibandingkan dengan tiga bulan lalu.



Simak Video "Jokowi Banggakan Ekonomi RI: Kita Ini Tertinggi Loh di G20"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT