Hanya 15% UMKM yang Minta Kredit
Rabu, 19 Jul 2006 12:25 WIB
Jakarta - Sektor UMKM yang selama ini tangguh menghadapi guncangan krisis ekonomi terbukti sangat mandiri. Bayangkan, dari total 42 juta UMKM, ternyata hanya 15 persennya yang minta kredit dari perbankan untuk ekspansi bisnisnya. "Berdasarkan survei BI, dari 42 juta UKM, hanya 15 persen memanfaatkan kredit perbankan. Lainnya menggunakan pembiayaan non bank seperti koperasi," kata Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah.Ia menyampaikan hal itu usai penandatanganan MoU antara BI dan Departemen Kelautan tentang pembiayaan sektor keuangan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/7/2006).Fadjrijah mengakui bahwa UMKM menghadapi kendala dalam menyalurkan kredit perbankan yakni masalah administrasi. "Kalau dulu pernah nunggak terus mau pinjam lagi jadi sulit. Masalah agunan juga kadang-kadang ada di UMKM," tambah Fadjrijah.Berdasarkan data BI, hingga Mei 2006, ekspansi kredit yang disalurkan perbankan ke sektor UMKM baru Rp 11,446 triliun atau 15 persen dari total rencana bisnis perbankan tahun 2006 yang sebesar Rp 76,2 triliun. Khusus untuk sektor pertanian yang mencakup perikanan, ekspansinya hanya sebesar Rp 385 miliar atau 3,4 persen dari total ekspansi kredit UMKM. Total kredit UMKM hingga Mei 2006 sebesar Rp 381 triliun atau meningkat 20,5 persen dibanding Mei 2005. Pangsa kredit UMKM hingga Mei 2006 mencapai 52,9 persen dari total kredit perbankan sebesar Rp 719,8 triliun. Fadjrijah mengatakan, perbankan seharusnya meningkatkan kredit ke sektor pertanian termasuk perikanan dan kelautan karena NPL-nya relatif kecil yakni hanya sebesar 2,41 persen secara netto.
(qom/)











































