Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memecat staf Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian karena ketahuan melakukan pungutan liar (pungli) dari petani dalam pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan). Tidak hanya itu, pelaku juga mengaku sebagai Direktur Jenderal untuk melancarkan aksinya.
"Yang pegawai kementerian langsung saya berhentikan hari ini. Dia mengaku Dirjen di lapangan, padahal staf. Saya tanya, dia mengaku, katanya khilaf. Ini pidana. Tidak ada kompromi," ujarnya, dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Amran mengatakan kejadian tersebut diketahuinya dari saluran Lapor Pak Amran. Berdasarkan laporan tersebut, pelaku memungut biaya dari petani dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per alsintan.
"Ada pungutan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta per traktor. Satu titik bahkan mencapai Rp 600 juta. Ini tidak manusiawi. Bantuan pemerintah itu gratis untuk rakyat," ungkapnya.
Dalam laporan yang diterima, sebenarnya ada pihak eksternal yang juga terlibat. Amran meyakinkan, pengejaran akan dilanjutkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional itu menegaskan bahwa seluruh bukti sudah diserahkan kepada penegak hukum, termasuk bukti transaksi. Tindak lanjut hukum akan dilakukan segera untuk memastikan jaringan pungli ini tuntas diusut.
"Kami tidak akan biarkan satu pun lolos. Aku kejar. Ini uang negara, uang rakyat. Petani sudah cukup susah, jangan diperas lagi," tegasnya.
Dia kembali menegaskan bahwa semua program bantuan pemerintah, tidak dipungut biaya, termasuk traktor dan alat mesin pertanian lainnya, bantuan benih, bantuan bibit tanaman perkebunan, kakao, lada, mente, pala, tebu, dan lainnya dan program bantuan lain yang bersumber dari APBN.
"Semua bantuan itu gratis. Kalau ada yang minta bayar, laporkan. Laporkan ke Lapor Pak Amran. Kami monitor langsung," jelasnya.
Hingga saat ini, Lapor Pak Amran menunjukkan efektivitas tinggi. Dalam satu minggu, 2.000 lebih laporan masuk, dan ratusan kasus diusut, termasuk masalah pupuk subsidi yang melibatkan 90 distributor dan penyimpangan alsintan di 99 titik.
(ada/ara)