Sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) dilanda banjir dan longsor. Mengatasi masalah ini, baik pemerintah hingga BUMN terus melakukan upaya penanggulangan bencana sesuai koridor dan kapasitasnya masing-masing.
Penanganan Bencana di Aceh
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, Kementerian PU telah menurunkan cukup banyak alat berat untuk membuka dan memulihkan akses masyarakat di sejumlah titik bencana.
Dalam hal ini sebanyak 31 unit alat berat telah dimobilisasi BPJN Aceh, Kementerian PU di lapangan melalui tiga wilayah kerja yakni Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) I, PJN II, dan PJN III.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian berdasarkan hasil koordinasi terbaru dengan BPBD di beberapa kabupaten, Kementerian PU menerima usulan dukungan peralatan untuk titik-titik penanganan prioritas seperti 1 unit alat berat tambahan akan dikerahkan hari ini Jumat (28/11) untuk pembersihan lumpur dan sampah banjir di Aceh Tenggara.
Sebanyak dua unit alat berat juga sudah berada di lokasi bencana Kabupaten Pidie Jaya yang dimobilisasi oleh BWS Sumatera I. Pemda melalui BPBD akan menyampaikan titik lanjutan yang perlu ditangani oleh BBWS.
Kemudian, menindaklanjuti permintaan Kepala Dinas PU Aceh Barat, Kementerian PU akan mengerahkan 1 unit alat berat tambahan dari mitra kerja terdekat untuk mendukung percepatan penanganan banjir di Aceh Barat.
Alat-alat berat ini diketahui sudah berada di sejumlah lokasi terdampak bencana dan tengah melakukan penanganan dengan fokus pembersihan material longsoran, normalisasi saluran drainase, penanganan titik rawan, dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Penanganan Bencana di Sumbar
Di Sumatera Barat, material longsor yang menutup badan jalan di ruas nasional Padang-Bukittinggi menjadi salah satu dampak paling signifikan dari cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini terjadi di kawasan Lembah Anai sempat membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui dan saat ini sedang dilakukan penanganan dan pembersihan.
Kemudian dalam laporan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, diketahui intensitas hujan sangat tinggi mencapai 212 mm/hari di DAS Anai. Sehingga, menyebabkan luapan sungai, banjir, sedimentasi, dan longsor di Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat.
BWS Sumatera V telah mengirimkan beberapa unit alat berat termasuk excavator long arm untuk menangani sedimen pada intake PDAM di Sungai/Batang Kuranji serta mengirimkan bantuan bronjong ke daerah Solok dan Tanah Datar. Kemudian telah disiapkan juga penanganan lanjutan berupa normalisasi sungai, pembentukan alur, serta usulan pembangunan struktur pengendali banjir sesuai masterplan yang sudah tersedia.
Selain pemulihan akses dan pengamanan infrastruktur sungai, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat juga memberikan dukungan berupa sarana prasarana dasar bagi masyarakat terdampak yakni dua unit toilet portable telah disiapkan di lokasi terdampak, sementara dua unit hunian umum (HU) dikirimkan ke SMP 44 Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang saat ini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.
Bulog Siap Kirim Bantuan Pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) siap menyalurkan bantuan pangan bagi korban terdampak bencana alam banjir dan longsor. Menurutnya saat ini gudang Bulog Sumut memiliki stok yang cukup untuk segera menyalurkan bantuan itu.
"Gudang Bulog Sumut secara total hari ini memiliki 56.750 ton yang dapat membantu warga Sumut yang terdampak bencana," kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/11/2025).
Secara rinci ia menyebut gudang di Sibolga tercatat memiliki stok beras 2.400 ton yang masih dapat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Selain itu stok minyak goreng sekitar 43 ribu liter dan juga stok gula. Kami siap memberikan pangan bagi korban terdampak," tuturnya.
Kemudian stok gudang di Tapanuli Selatan dengan kondisi yang siap siaga karena memiliki 3.100 ton beras, dinilai juga cukup untuk kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
PT Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga kelancaran suplai BBM terutama di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya menyusul tertundanya proses sandar dan bongkar muat dua kapal pengangkut bahan bakar akibat cuaca ekstrem di perairan Belawan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan dua kapal yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar belum dapat sandar akibat gelombang tinggi dan angin kencang selama tiga hari terakhir di area Single Point Mooring (SPM) Belawan.
"Kami melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan, termasuk koordinasi erat dengan pemerintah daerah, aparat, serta pihak penanganan kebencanaan," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (28/11/2025).
PLN Terjunkan 701 Petugas Pulihkan Pasokan Listrik
PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan sekitar 701 personel siaga kelistrikan menghadapi cuaca ekstrem guna mengamankan jaringan dan memulihkan pasokan listrik bagi masyarakat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Kondisi ini turut berdampak pada sistem ketenagalistrikan di berbagai wilayah di antaranya Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Tim siaga seluruh unit layanan langsung melakukan pengamanan instalasi jaringan PLN dan percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang rusak," ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Surya Sahputra Sitepu seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/11/2025).
Lebih lanjut, saat ini PLN Sumut secara bertahap melakukan pemulihan pada titik-titik yang telah dinyatakan aman dari genangan air, arus banjir, material longsor, maupun risiko bencana susulan.
"Seluruh pekerjaan lapangan dilaksanakan dengan prinsip zero accident, memastikan tidak ada aktivitas perbaikan sebelum kondisi benar-benar aman," ujarnya.
amanda











































