Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, buka-bukaan soal ditundanya penggabungan usaha atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Diketahui, rencana merger ini ditunda ke tahun depan dari yang sebelumnya ditargetkan rampung akhir 2025.
Rosan menjelaskan, merger dilakukan jika keuangan BUMN Karya sudah kembali sehat. Penggabungan akan dilakukan saat neraca keuangan membaik dan kelanjutan usaha yang terjaga.
"Karena kita tahu karya-karya itu memang kondisinya kurang sehat. Jadi, kita mau memastikan pada saat digabung kondisinya membaik, dan going concern ke depan lebih terjaga," ungkap Rosan kepada wartawan usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: BUMN Karya Batal Merger Tahun Ini |
Ia menambahkan, Danantara ingin memastikan segala langkah terhadap BUMN tuntas dan komprehensif. Dengan begitu, aksi korporasi yang dilakukan dapat berdampak positif.
"Memang kita kan di Danantara ini sekarang kita punya patokan bahwa apabila kita melakukan sesuatu harus tuntas dan harus secara komprehensif, dan bisa menimbulkan dampak yang positif terhadap semua pemangku kepentingan," jelasnya.
Untuk diketahui, BUMN Karya diproyeksikan merger. BUMN yang merger, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Baca juga: Biang Kerok BUMN Sakit: Terlalu Banyak Anak! |
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan merger BUMN karya tidak bisa diselesaikan tahun ini. Dia mengatakan sejak dibentuknya Danantara proses merger tersebut masih dalam tahap pengkajian.
Tidak hanya itu, sejumlah BUMN karya yang bermasalah pada kinerja keuangannya juga didorong untuk memperbaiki terlebih dahulu. Meski mundur dari target, ia memastikan merger akan tetap dilakukan.
"Khusus untuk karya, kita masih melakukan proses pengkajian bentuk terbaik daripada merger. Mergernya kan sudah pasti, karena kita akan melakukan, supaya perusahaan-perusahaan karya kita menjadi lebih kuat ke depannya. Nah, ini akan kita lakukan kajian-kajiannya. Ada beberapa opsi," kata dia ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).
(ahi/ara)