AirAsia Pastikan Pesawat Airbus A320 yang Dioperasikan di RI Aman

AirAsia Pastikan Pesawat Airbus A320 yang Dioperasikan di RI Aman

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 29 Nov 2025 13:15 WIB
Prosesi water salute saat pesawat AirAsia dari Kuala Lumpur mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Ilustrasi/pesawat AirAsia/Foto: Istimewa
Jakarta -

Indonesia AirAsia buka suara soal recall pesawat Airbus A320. Pesawat jenis itu harus dilakukan recall karena terdapat perangkat kontrol pesawat yang sensitif terhadap radiasi matahari.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh armada Airbus A320 Family yang dioperasikan.

Hasil verifikasi, pihaknya memastikan bahwa komponen perangkat lunak spesifik yang menjadi objek Airworthiness Directive (AD) European Union Aviation Safety Agency (EASA) tersebut tidak terpasang (not embodied) pada pesawat Indonesia AirAsia. Jadi, pesawat Airbus A320 yang digunakan AirAsia dalam kondisi aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, seluruh pesawat Indonesia AirAsia dinyatakan tetap layak dan aman untuk beroperasi, dan tidak memerlukan proses rollback perangkat lunak," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

Indentifikasi langsung dilakukan sebagai tindaklanjut pada Airworthiness Directive (AD) mendesak yang diterbitkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) pada 28 November 2025 dan berlaku efektif 29 November 2025 pukul 06.59 WIB, terkait kewajiban rollback terhadap komponen perangkat lunak tertentu pada pesawat Airbus A318/A319/A320/A321.

Sesuai mandat internasional ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) memang telah menginstruksikan seluruh maskapai untuk memastikan komputer Aileron Elevator Computer (ELAC) berada dalam kondisi layak pakai sebelum penerbangan selanjutnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, AirAsia Aviation Group mengaku telah memulai proses implementasi rollback perangkat lunak yang diwajibkan terhadap armada yang terdampak di tingkat Grup mulai 29 November 2025.

Indonesia AirAsia mengatakan berkoordinasi dengan Ditjen Hubud, Airbus, serta AirAsia Aviation Group untuk memastikan seluruh ketentuan keselamatan terpenuhi secara penuh.

"Kami tetap mengutamakan keselamatan tamu dan kru sebagai prioritas utama. Para tamu disarankan tetap memantau informasi terbaru melalui aplikasi AirAsia MOVE, AskBo, serta email terdaftar masing-masing," pungkasnya.

(ada/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads