38 Pesawat Airbus di RI Kena Recall, INACA Sebut Siap Terbang Lagi 30 November

38 Pesawat Airbus di RI Kena Recall, INACA Sebut Siap Terbang Lagi 30 November

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 29 Nov 2025 20:15 WIB
Ilustrasi pesawat terbang malam hari
Foto: Getty Images/Jetlinerimages
Jakarta -

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memastikan maskapai dalam negeri langsung melakukan pengecekan terhadap pesawat Airbus tipe A320 yang diminta recall oleh Airbus.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) INACA, Bayu Sutanto, mengatakan pesawat Airbus A320 yang digunakan oleh maskapai Indonesia terdapat sebanyak 38 unit.

"Dengan adanya release dari Airbus terkait software failure tersebut tentunya masing-masing maskapai segera melakukan cek atas tipe-tipe armada A320. Yang masuk dalam list ada 38 pesawat di Indonesia yang masuk kategori untuk perbaikan software," kata dia kepada detikcom, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meyakini pelaku usaha penerbangan dengan pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Udara akan melakukan langkah-langkah mitigasinya terhadap pesawat A320 yang terdampak akan recall atau permintaan perbaikan software.

Pihaknya berharap langkah-langkah yang dilakukan maskapai Indonesia dapat segera selesai. Dengan begitu ditargetkan pesawat dapat beroperasi kembali pada 30 November 2025.

ADVERTISEMENT

"Diharapkan untuk tanggal 30 November 2025 dan seterusnya semua pesawat terdampak bisa beroperasi mengikuti arahan dari Airbus," pungkasnya.

Sebagai informasi, Produsen pesawat Airbus Eropa (AIR.PA) telah buka suara terkait alasan melakukan recall terhadap 6.000 unit pesawat A320. Langkah ini dilakukan karena terdapat alat fungsi kontrol penerbangan yang sensitif terhadap radiasi matahari.

Jika paparan radiasi matahari ini terjadi secara intens, maka dapat merusak alat tersebut. Airbus telah mengidentifikasi sejumlah besar pesawat A320 yang saat ini beroperasi dan mungkin terdampak. .

Dalam keterangan tertulis melalui website resminya, manajemen Airbus mengaku telah mengimbau maskapai yang menggunakan pesawat tersebut melakukan penindakan pencegahan dan perlindungan terhadap perangkat kontrol penerbangan. Hal itu perlu dilakukan agar memastikan penerbangan aman.

"Airbus telah bekerja secara proaktif dengan otoritas penerbangan untuk meminta tindakan pencegahan segera dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT) guna menerapkan perlindungan perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang. AOT ini akan tercermin dalam Arahan Kelaikan Udara Darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA)," tulis keterangan perusahaan.

(ada/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads