×
Ad

Recall Pesawat Airbus A320 Bikin Kacau Penerbangan Dunia

Amanda Christabel - detikFinance
Sabtu, 29 Nov 2025 22:00 WIB
Foto: Unsplash/Gary Lopater
Jakarta -

Raksasa dirgantara Eropa, Airbus, mengumumkan perintah perbaikan perangkat lunak (software) mendesak terhadap sekitar 6.000 pesawat A320. Ini merupakan aksi penarikan (recall) terbesar yang mengancam lebih dari separuh armada global, dan diperkirakan menyebabkan kekacauan signifikan pada penerbangan di seluruh dunia, terutama jelang akhir pekan tersibuk di Amerika Serikat (AS), yaitu Thanksgiving.

Kejadian ini menjadi salah satu penarikan (recall) terbesar yang memengaruhi Airbus dalam sejarah 55 tahunnya, dan terjadi beberapa minggu setelah A320 melampaui Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan. Pada saat Airbus mengeluarkan buletinnya kepada lebih dari 350 operator pesawat, sekitar 3.000 jet keluarga A320 sedang justru sedang mengudara.

Airbus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden baru-baru ini yang melibatkan pesawat A320 telah mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data yang penting untuk fungsi kendali penerbangan.

"Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan," kata perusahaan itu, dikutip dari Reuters pada Sabtu (29/11/2025).

Sumber-sumber industri mengatakan insiden yang memicu tindakan perbaikan mendadak itu melibatkan penerbangan JetBlue dari Cancun, Meksiko, ke Newark, New Jersey, pada 30 Oktober, di mana beberapa penumpang terluka menyusul penurunan ketinggian yang tajam. Penerbangan tersebut melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, setelah masalah kendali penerbangan dan penurunan ketinggian mendadak yang tidak diperintahkan.

Masalah tersebut ada pada sistem penerbangan yang disebut Elevator and Aileron Computer (ELAC), yang mengirimkan perintah dari side-stick pilot ke elevator di bagian belakang. Sistem ini pada gilirannya mengontrol pitch atau sudut hidung pesawat.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Jumat malam mengeluarkan arahan kelaikan udara darurat yang mewajibkan perbaikan tersebut, dan Federal Aviation Administration (FAA) AS diperkirakan akan menyusul.

Banyak maskapai mulai dari AS hingga Amerika Selatan, Eropa, India, dan Selandia Baru, memperingatkan perbaikan tersebut berpotensi menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan.

American Airlines, operator A320 terbesar di dunia, mengatakan sekitar 340 dari 480 pesawat A320 mereka akan memerlukan perbaikan. Sebagian besar diharapkan selesai pada Sabtu (29/11/2025) dengan waktu sekitar dua jam yang diperlukan untuk setiap pesawat.

Maskapai lain mengatakan mereka akan menarik pesawat seri tersebut sementara waktu dari layanan untuk melakukan perbaikan, termasuk Lufthansa Jerman, IndiGo India, dan easyJet yang berbasis di Inggris. Avianca dari Kolombia melaporkan bahwa penarikan ini mencakup lebih dari 70% armadanya, mendorong maskapai tersebut untuk menangguhkan penjualan tiket untuk tanggal perjalanan hingga 8 Desember 2025.

Terdapat sekitar 11.300 pesawat jenis A320 yang beroperasi, termasuk 6.440 model inti A320, yang pertama kali terbang pada tahun 1987. Empat dari 10 operator keluarga A320 terbesar di dunia adalah maskapai penerbangan utama AS: American Airlines, Delta Air Lines, JetBlue, dan United Airlines. Maskapai penerbangan China, Eropa, dan India juga merupakan pelanggan terbesar pesawat ini.

Sekitar dua pertiga pesawat yang terdampak akan mengalami penghentian operasional sementara karena maskapai kembali menggunakan versi perangkat lunak sebelumnya. Namun, penarikan ini terjadi di saat bengkel-bengkel maskapai sudah kewalahan dengan pekerjaan perawatan, mengingat ratusan pesawat Airbus telah dihentikan operasionalnya karena waktu tunggu yang lama untuk perbaikan atau inspeksi mesin terpisah. Industri ini juga mengalami kekurangan tenaga kerja.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork