Cerita Prabowo Tumpas Gerombolan Perampok Serakah di RI

Cerita Prabowo Tumpas Gerombolan Perampok Serakah di RI

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 23 Jan 2026 13:54 WIB
Cerita Prabowo Tumpas Gerombolan Perampok Serakah di RI
Presiden Prabowo Subianto/Foto: (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia menegakkan konstitusi dan supremasi hukum. Prabowo bercerita menegakkan hukum untuk menumpas gerombolan pengusaha yang disebutnya sebagai perampok nakal.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rangkaian acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Prabowo awalnya bercerita, di awal masa pemerintahannya dirinya mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Bukan itu saja, ada 4 juta hektare (ha) perkebunan dan tambang ilegal juga berhasil diungkap di tahun pertama kepemimpinannya.

"Pada minggu-minggu pertama saya di pemerintahan, kami mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Di semua sektor ekonomi, kami menemukan ilegalitas, praktik ilegal. Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita 4 juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal," sebut Prabowo dalam forum tersebut disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menampik jika ada yang mengklaim pelanggaran-pelanggaran tersebut sebagai konsekuensi mekanisme pasar bebas. Menurutnya, hal itu lebih mirip bentuk keserakahan yang ditampilkan secara terang-terangan oleh para oknum pengusaha nakal yang dia ibaratkan sebagai perampok.

Dia mengatakan hampir di setiap negara besar, pernah ada periode-periode kegelapan yang membuat gerombolan perampok merajalela. Hal itu terjadi juga di Indonesia dan sedang ditumpas di bawah pemerintahannya.

ADVERTISEMENT

"Saya menyebut ini bukan usaha bebas. Saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya ekonomi keserakahan secara terang-terangan, ekonomi keserakahan, ekonomi praktik rakus. Mungkin di banyak negara Anda, pernah ada periode seperti ini, periode para baron perampok," tegas Prabowo.

Prabowo menuding pengusaha serakah yang dimaksud olehnya enggan mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia. Mereka juga merasa dapat membeli 'jasa' pejabat di pemerintahan yang dipimpinnya, padahal kenyataannya tidak sama sekali.

"Saya mendapat laporan bahwa beberapa dari mereka dalam pertemuan mereka mengatakan, 'Oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak dapat dibeli'. Nah, saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya. Mereka akan terkejut," tutup Prabowo.

Simak juga Video 'Prabowo Tantang Pengusaha Rakus Coba Beli Pejabat RI':

(ily/hal)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads