Grab Indonesia Hadir di Davos, Bawa UMKM Kopi Lokal ke Panggung Global

Grab Indonesia Hadir di Davos, Bawa UMKM Kopi Lokal ke Panggung Global

Hana Nushratu Uzma - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 20:47 WIB
Grab Indonesia Hadir di Davos, Bawa UMKM Kopi Lokal ke Panggung Global
Foto: Dok. CNBC
Jakarta -

Grab Indonesia membawa kisah transformasi digital UMKM Indonesia ke panggung global melalui partisipasinya di World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

Dalam forum ekonomi dunia tersebut, Grab menghadirkan Coffeenatics, UMKM kopi asal Medan, sebagai representasi pelaku usaha lokal Indonesia yang menampilkan cita rasa kopi nusantara di Paviliun Indonesia dan membahas bagaimana digitalisasi mampu membuka peluang ekonomi baru bagi jutaan pelaku ekonomi informal di Indonesia.

Kehadiran Coffeenatics di Davos mencerminkan potensi UMKM Indonesia untuk bertransformasi, naik kelas, dan mengambil bagian dalam percakapan global mengenai pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan tema besar WEF 2026 terkait transformasi digital dan daya saing global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, digitalisasi menjadi isu penting yang dibahas dalam WEF, sejalan dengan upaya Grab dalam membantu Indonesia mempercepat transformasi ekonomi digital.

ADVERTISEMENT

"Kami membantu akses digitalisasi bagi Mitra Merchant dan Mitra Pengemudi. Artinya, kami mengedukasi masyarakat agar melek digital dan menggunakan teknologi untuk mendukung pekerjaan mereka," kata Neneng, dalam rangkaian acara WEF Davos 2026, Rabu (28/1/2026).

Menurut Neneng, peran Grab tidak hanya sebatas menyediakan platform, tetapi juga membangun ekosistem digital yang memungkinkan UMKM serta Mitra dalam ekosistem Grab berkembang secara berkelanjutan.

Neneng menekankan, ekonomi informal memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, bahkan mencapai lebih dari 55% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Oleh karena itu, digitalisasi sektor ini menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Kalau impact terbesar yang saya lihat sendiri adalah bagaimana Grab memberikan kesempatan kepada jutaan orang di Indonesia untuk bisa mendapatkan income. Memberi kesempatan kepada setiap orang di Indonesia untuk mendapatkan income," kata Neneng.

"Baik melalui peran sebagai Mitra Pengemudi maupun sebagai Mitra Merchant, ekonomi digital membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil," sambungnya.

Upaya tersebut dinilai relevan dengan tema besar WEF 2026, salah satunya "Digital Transformation Reshaping Global Competitiveness", di mana teknologi digital menjadi penentu daya saing suatu negara.

Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar

Dalam forum global tersebut, Grab Indonesia juga membawa optimisme terhadap posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital dunia. Neneng menilai Indonesia memiliki peluang besar karena jumlah masyarakat melek digital yang terus bertambah serta pertumbuhan startup yang pesat.

"Indonesia punya opportunity dan potensi yang sangat besar. Start up-nya juga banyak, bahkan salah satu yang terbanyak di Asia Tenggara," kata Neneng.

Meski begitu, Neneng mengakui perjalanan transformasi digital Indonesia masih panjang, terutama dalam hal literasi digital dan literasi keuangan. Oleh sebab itu, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan tersebut.

"Kita masih long way to go, tapi yang penting sudah dimulai dan peluangnya sangat besar," tambahnya.

Keikutsertaan Grab Indonesia di WEF Davos 2026, yang turut menampilkan Coffeenatics, UMKM kopi lokal dinilai merepresentasikan bagaimana pengusaha UMKM lokal dapat berkembang, menjangkau pasar internasional, dan tetap berakar pada nilai keberlanjutan.

"Bahwa produk Indonesia itu bagus dan sangat mendunia. Mereka (Coffeenatics) juga sudah ekspor keluar dari Indonesia, dan semua kopi (asal) Indonesia," kata Neneng.

"Dan semua orang, 'wah enak banget ya' kopinya. Itu yang ingin kami bawa: cerita UMKM Indonesia ke panggung internasional," sambungnya.

Dalam forum WEF Davos 2026, Neneng Goenadi juga tampil sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel yang diinisiasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertajuk Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative and Competitive Economy. Panel tersebut membahas peran teknologi, infrastruktur, dan kemitraan lintas sektor dalam membangun ekonomi digital yang inklusif.

Ke depan, melalui program Grab untuk Indonesia, Grab telah menyiapkan berbagai inisiatif untuk memperkuat ekosistem digital tersebut melalui pendekatan berlapis. Pendekatan ini mencakup perlindungan sosial, apresiasi berbasis kinerja, serta pengembangan kapasitas melalui program GrabAcademy, sebagai upaya mendampingi UMKM dan Mitra agar dapat tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.

"Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Grab memfasilitasi Mitra Pengemudi pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para Mitra Pengemudi yang performance-nya bagus dan mempunyai service excellent yang baik," lanjutnya.

Fokus berikutnya yang dibawa Grab Indonesia bagi Mitra Pengemudi yaitu memberi makna. Apalagi, sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadan.

"Dan bulan Ramadan adalah waktunya kami membantu para Mitra Pengemudi berprestasi untuk memberi makna di hari yang sangat indah melalui apresiasi tambahan Bonus Hari Raya (BHR) 2026," jelas Neneng.

Terakhir, Grab Indonesia berupaya menaikkan kelas driver melalui program GrabAcademy, yaitu pelatihan dan pengembangan kapasitas agar driver bisa 'level up' menjadi Merchant atau memperoleh beasiswa.

"Kami ingin driver bisa naik level. Dari driver menjadi Merchant, atau mendapatkan scholarship sesuai yang mereka inginkan," kata Neneng.

Partisipasi Grab di WEF 2026 diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi digital yang besar, sekaligus menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat berdampak langsung bagi masyarakat akar rumput.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads