Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pertemuan ini untuk memfinalisasi negosiasi perjanjian dagang kedua negara.
Kesepakatan dagang ini melanjutkan joint statement sebelumnya yang mengumumkan penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32% menjadi 19%
Teddy mengatakan saat ini pertemuan kedua kepala negara sedang dipersiapkan oleh Kementerian Luar Negeri. Dalam waktu dekat pertemuan itu akan dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri, nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan," tegas Teddy ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan kesepakatan tarif impor dagang dengan AS sudah selesai. Airlangga mengatakan tahap selanjutnya tinggal penyempurnaan dan legal drafting.
"Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting," kata Airlangga seusai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Penandatanganan di antara dua kepala negara, menurut Airlanggga, hanya menunggu jadwal. Dia belum mengetahui jadwal pasti terkait penandatanganan tersebut.
"Dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden (Prabowo) dan Presiden Trump. Dapatnya belum. Nanti belum, karena kita masih ada Non-Disclosure Agreement. Baru di-disclose sesudah ditandatangani," lanjutnya.
Airlangga menjelaskan bahwa mundurnya waktu penandatanganan kesepakatan tarif impor disebabkan dinamika kegiatan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dia menyebutkan adanya agenda penting lain, seperti penandatanganan Board of Peace.
"Ya karena ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan. Tetapi kan kita lihat saja Board of Peace Pak Presiden juga tanda tangan," ujarnya.
Lihat juga Video: Negosiasi Tarif AS Masih Lanjut, Dimungkinkan Mendekati 0%











































