Investasi Jakarta Tembus Rp 282 T, Paling Banyak Sektor Ini

Investasi Jakarta Tembus Rp 282 T, Paling Banyak Sektor Ini

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 03 Feb 2026 17:25 WIB
Investasi Jakarta Tembus Rp 282 T, Paling Banyak Sektor Ini
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Brigitta/detik)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan investasi kumulatif Jakarta mencapai US$ 16,9 miliar atau setara Rp 282,3 triliun (kurs Rp 16.700) pada 2025. Pramono menyebut nilai investasi ini naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pramono menilai pertumbuhan investasi ini mencerminkan kepercayaan global di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Pada tahun 2025 kemarin investasi di Jakarta kurang lebih 16,9 miliar dolar atau 12% naik dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik dalam kondisi ekonomi yang uncertainty seperti ini kepada Jakarta masih sangat tinggi sekali," ujar Pramono dalam acara Indonesia Economic Summit, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya, ada beberapa sektor yang paling banyak disuntikan modal oleh investor. Pertama, sektor transportasi dengan kontribusi sebesar 35%. Kedua, sektor layanan, seperti keuangan, asuransi, dan manajemen dengan kontribusi 19%.

ADVERTISEMENT

Ketiga, sektor lainnya, seperti pertambangan, hotel dan restoran, perikanan 15%. Keempat, sektor perdagangan dan perbaikan 13%. Kelima sektor perumahan, industri, dan perkantoran 9%. Terakhir, sektor konstruksi 9%

Pramono menegaskan Jakarta saat ini menuju kota sebagai pusat modern yang terbuka dan adaptif. Baginya, kunci utama menarik investor adalah menjaga kepercayaan atau trust.

"Kami sangat terbuka, seperti yang saya katakan dalam sambutan maka membangun kepercayaan atau confidence dan juga trust itu menjadi kata kunci dalam membangun Jakarta ke depan," imbuh Pramono.

Pramono juga punya strategi untuk memperkuat ekonomi Jakarta lewat sektor pariwisata dan festival. Ia ingin Jakarta selalu punya wajah yang berbeda di setiap momen besar.

Ia mencontohkan kesuksesan Christmas Carol yang sebelumnya tidak pernah ada, kini menjadi daya tarik baru. Strategi serupa kini tengah dipersiapkan untuk menyambut Tahun Baru Imlek.

"Kita mencoba untuk membuat orang-orang, pemilik bangunan memiliki kontribusi untuk festival Lampion di Jakarta. Sekarang sudah ada 93 bangunan, mereka akan bergabung. Saya berharap akan membuat Jakarta lebih berwarna-warna dibandingkan sebelumnya," jelas Pramono.

Tonton juga video "Nvidia Ragu Lanjutin Investasi Rp 1,6 Kuadriliun ke OpenAI, Kenapa?"

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads