Inflasi Awal Tahun 3,55%, Purbaya: Terkendali, Ekonomi Tidak Kepanasan

Inflasi Awal Tahun 3,55%, Purbaya: Terkendali, Ekonomi Tidak Kepanasan

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 17:11 WIB
Inflasi Awal Tahun 3,55%, Purbaya: Terkendali, Ekonomi Tidak Kepanasan
Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Inflasi Indonesia secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,55% pada Januari 2026. Laju inflasi itu dipengaruhi low base effect akibat pengaruh insentif diskon listrik yang diterapkan pemerintah pada awal 2025.

Demikian kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Meski meningkat dibandingkan inflasi tahunan 0,76% pada Januari 2025, posisi itu diklaim masih dalam rentang aman dan terkendali.

"Inflasi dalam rentang aman dan terkendali, berada di 3,55% pada Januari 2026. Ini menunjukkan tekanan harga masih dikendalikan dan tidak mengganggu daya beli," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menilai inflasi berada di kisaran 2,5-2,6% jika tidak memperhitungkan dampak diskon tarif listrik. Meski demikian, inflasi yang tinggi ini disebut hanya bersifat sementara dan akan terkendali mulai Maret 2026.

"Kenaikan di Januari 2026 bersifat sementara karena faktor low base effect karena pada tahun lalu ada subsidi energi sebesar 20%. Harusnya kalau dampak subsidi ini dihilangkan, inflasinya masih sekitar 2,5-2,6% kalau tidak salah. Jadi inflasi masih cukup terkendali, ekonomi tidak kepanasan," tutur Purbaya.

ADVERTISEMENT

Purbaya menyebut inflasi Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Dengan inflasi yang stabil, menurutnya dapat memberi ruang bagi aktivitas ekonomi untuk terus bergerak.

"Terutama inflasi inti yang rendah memberikan ruang untuk pertumbuhan ekonomi lebih ekspansif tanpa menimbulkan tekanan di sisi harga," imbuhnya.

(aid/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads