Purbaya Ungkap Rencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Purbaya Ungkap Rencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 19:15 WIB
Purbaya Ungkap Rencana Ambil Alih PNM dari Danantara
Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM)untuk memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Wacana ini masih dalam tahap diskusi dengan Danantara dan belum menghasilkan keputusan final.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, rencana ini muncul dari evaluasi skema KUR yang berjalan selama ini. Ia menyoroti besarnya anggaran subsidi bunga KUR yang setiap tahun mencapai hampir Rp 40 triliun.

"Saya sedang diskusi sama Danantara untuk ambil KUR, salah satu unitnya. Saya tertarik sama PNM sebetulnya tapi sampai sekarang belum dikasih sama Danantara. Jadi rencananya saya akan pakai itu, kalau dikasih, sebagai penyalur KUR yang betul-betul Program pemerintah," kata Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tercapai kesepakatan, PNM yang merupakan anak usaha BRI ini akan menjadi special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Pemerintah kemudian mulai mempertimbangkan alternatif agar dana subsidi bisa memberikan dampak yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

"Saya setiap tahun sekarang bayar subsidi KUR, bunganya itu hampir Rp 40 triliun uangnya hilang. Kalau saya punya unit penyalur, saya kasih Rp 40 triliun setiap tahun dengan kasih kucuran bunga rendah ke nasabahnya," ujarnya.

"Dan dalam 4 tahun kan saya punya satu bank kecil dengan modal Rp 60 triliun itu sudah besar dan bisa memberikan KUR yang lebih baik dan uang saya nggak hilang setiap tahun," sambungnya.

Rencana ambil alih PNM menjadi opsi yang dipertimbangkan karena memiliki fokus pada pembiayaan mikro dan ultra mikro. Selain itu, PNM dinilai memiliki sumber daya manusia yang berpengalaman dalam menilai dan mengelola kredit skala kecil.

Purbaya menilai keahlian penilaian kredit mikro tidak mudah dibangun dari nol. Karena itu, opsi membeli atau mengambil alih lembaga yang sudah berjalan dianggap lebih realistis dibandingkan mendirikan entitas baru.

"Orang saya nggak bisa jadi ahli penilai pinjaman mikro. Kan di PNM kan orangnya jago-jago, saya ingin manfaatkan itu. Kalau bisa, kalau nggak bisa ya udah," imbuhnya.

Namun, hingga saat ini pembahasan dengan Danantara terkait PNM masih bersifat on-off. CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria disebut sudha memberikan sinyal positif namun tidak ada tindak lanjutnya.

"On-off gitu. Kalau saya tanya Dony, mau. Saya tanya Rosan juga mau. Ayo kita jalanin, nggak jalan-jalan," sebut Purbaya.

Dalam diskusi tersebut, muncul pula opsi alternatif berupapertukaran aset.Bendahara Negara membuka kemungkinan menukar kepemilikan PNM dengan SMV Kementrian Keuangan, PT Geo Dipa Energi (Persero).

"Saya ngomong dengan mereka lagi. Itu kan BRI kan perusahaan terbuka kan. Bisa nggak kita jual-beli begitu aja, saya nggak tahu. Tapi kalau perlu saya tukar dengan Geo Dipa. Saya punya kan perusahaan Geo Dipa, itu yang geothermal, saya mau tukar sama mereka, tapi belum ada penawaran," tuturnya.

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads