PNM Kerja Sama dengan Organisasi Asal Prancis, Kembangkan Agroekonomi

PNM Kerja Sama dengan Organisasi Asal Prancis, Kembangkan Agroekonomi

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Kamis, 05 Feb 2026 11:33 WIB
PNM Kerja Sama dengan Organisasi Asal Prancis, Kembangkan Agroekonomi
Foto: dok. PNM
Jakarta -

CIRAD (Centre de coopΓ©ration internationale en recherche agronomique pour le dΓ©veloppement) sebuah organisasi peneliti akademis yang berfokus dalam bidang agroekonomi dari Prancis bekerja sama dengan PNM untuk pengembangan bisnis berbasis riset akademis.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari riset yang sebelumnya dilakukan di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), wilayah yang dikenal sebagai salah satu penghasil kakao ekspor.

"Kolaborasi ini sangat strategis karena menjembatani ilmu pengetahuan dengan jaringan pemberdayaan yang telah menjangkau hingga akar rumput. Kami melihat kemitraan ini membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat prasejahtera," ujar Presiden Direktur CIRAD, Elisabeth Claverie de Saint Martin, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, menanggapi pernyataan Elisabeth, Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria mengapresiasi langkah kolaborasi CIRAD untuk memperkuat pendampingan nasabah. Hasil dari kerja sama ini diharapkan bisa berdampak pada lingkungan serta perekonomian.

"Penguatan berbasis riset ini menjadi langkah penting kami dalam terus berupaya meningkatkan kualitas pendampingan nasabah. Nilai tambah yang tercipta diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan lingkungan serta ketahanan usaha dalam jangka panjang," ujar Dodot.

ADVERTISEMENT

Adapun di daerah tersebut, riset difokuskan pada peningkatan nilai jual biji kakao yang dipanen oleh nasabah Mekaar melalui inovasi budidaya dan pascapanen. Dalam prosesnya, tim peneliti turut mengunjungi unit Mekaar serta berdialog langsung dengan para AO (Account Officer) dan petani kakao guna memahami praktik lapangan secara menyeluruh.

Ke depan, kolaborasi yang disepakati adalah dalam penguatan sistem pertanian berkelanjutan dan agroforestri, termasuk transisi agroekologi, pertanian berketahanan iklim, serta inovasi pascapanen. Selain itu, kerja sama juga menjangkau sektor akuakultur berkelanjutan dan mata pencaharian pesisir melalui praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah berbasis sirkularitas, serta pemantauan kualitas air dan ekosistem.

Upaya tersebut diperkuat dengan integrasi akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas, seperti skema pembiayaan terintegrasi pertanian-akuakultur, pelatihan Training of Trainers (ToT) spesialis, hingga pelacakan dampak sosial-ekonomi.

Dengan potensi sekitar 4.108.845 nasabah PNM Mekaar di sektor pertanian (Januari, 2026), ekosistem pemberdayaan yang dimiliki PNM dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan berbasis riset yang lebih luas dan terukur.




(prf/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads