Puluhan Juta Orang RI Hidup Miskin, Jurang dengan Si Kaya Masih Menganga

Puluhan Juta Orang RI Hidup Miskin, Jurang dengan Si Kaya Masih Menganga

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 05 Feb 2026 12:46 WIB
Puluhan Juta Orang RI Hidup Miskin, Jurang dengan Si Kaya Masih Menganga
Gambaran ketimpangan nyata di Jakarta/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini atau ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia pada September 2025 mencapai 0,363. Angka itu turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan nilai rasio gini berada di antara 0-1, di mana ketimpangan semakin tinggi jika angkanya mendekati 1. Hal ini menandakan ketimpangan di Indonesia masih lebar, meski kondisinya lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Pada September 2025 ketimpangan sebesar 0,363 atau turun 0,012 basis poin dari Maret 2025," kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih rinci diungkapkan, ketimpangan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Tercatat ketimpangan di perkotaan sebesar 0,383, sementara ketimpangan di perdesaan sebesar 0,295.

"Ketimpangan di perkotaan pada September 2025 sebesar 0,383, walaupun ini lebih rendah 0,012 basis poin dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, ketimpangan di perdesaan pada September 2025 sebesar 0,295 atau lebih rendah 0,004 poin dibandingkan Maret 2025," jelas Amalia.

ADVERTISEMENT

Jumlah penduduk miskin Indonesia sendiri mencapai 23,36 juta orang atau 8,25% per September 2025. Jumlah itu turun 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Dari jumlah itu, terdapat ketimpangan kemiskinan antara perkotaan dan pedesaan. Tercatat tingkat kemiskinan perkotaan pada September 2025 sebesar 6,6% atau turun 0,13% dibandingkan Maret 2025, sementara tingkat kemiskinan perdesaan sebesar 10,72% atau turun 0,31%.

"Artinya tingkat kemiskinan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun perdesaan," beber Amalia.

Lihat juga Video: BPS Rilis Data Ketimpangan, Jurang Si Kaya-Si Miskin Masih Lebar

(aid/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads