Atas ambruknya IHSG pekan lalu, Presiden Prabowo segera memberi arahan untuk melakukan percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta adanya peningkatan aturan free float, serta perluasan peran investor institusional domestik seperti dana pensiun dan asuransi. Sejumlah pihak melihat jika kebijakan ini nantinya mampu menjawab kekhawatiran investor asing sekaligus memperkuat fondasi pasar modal nasional.
Sejalan dengan visi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melakukan sejumlah langkah, salah satunya memperketat syarat Initial Public Offering (IPO). Sikap ini dilakukan menyusul adanya dugaan saham gorengan yang tengah diproses Bareskrim Polri. Pengetatan syarat IPO dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas perusahaan tercatat di pasar modal.
Mengutip detikFinance, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan peningkatan syarat IPO telah masuk dalam draft perubahan peraturan bursa yang tengah disosialisasikan. Perubahan ini mencakup empat aspek, yakni keuangan, tata kelola, bisnis, dan peluang pertumbuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menunjukkan upaya untuk meningkatkan kualitas. Apa yang akan dilihat teman-teman, kalau dilihat dari draft peraturan? Yang pertama mengenai persyaratan untuk bisa masuk," ungkap Nyoman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Tidak hanya itu, penegakan hukum di ranah ini juga telah dilakukan. Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait dengan PT Multi Makmur Lemindo (MML) berkode saham PIPA. Para tersangka berasal dari pihak PT MML termasuk salah satunya eks pejabat PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berbagai lini telah melakukan usaha dalam rangka memperbaiki ekosistem IHSG. Lalu bagaimana nasib para investor khususnya level ritel dalam situasi ini? Siapa Untung Siapa Buntung di masa bersih-bersih saham gorengan ini? Simak diskusinya bersama David Sutyanto, Ketum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) dalam Editorial Review.
detikSore hari ini juga akan membahas lebih dalam soal masuknya macan tutul ke permukiman warga. Merangkum detikJabar, peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/2/2026) pagi di Kampung Maruyung, RT 04, RW 11, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet. Macan tutul tersebut bahkan sempat masuk ke sebuah rumah hingga melukai sejumlah warga.
Diberitakan jika kedua orang yang terluka merupakan warga yang ingin menangkap hewan liar tersebut. Lalu bagaimana kabar terbaru atas peristiwa ini? Apa saja usaha warga untuk meminimalisasi risiko terulangnya kejadian semacam ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJabar.
Jelang petang nanti, detikSore akan kembali menghadirkan sosok pendaki perempuan yang menginspirasi penghobi yang sama untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia. Alfira Naftaly Pangalila atau Abex sudah memproduksi banyak video pendidikan serta tips melakukan pendakian dengan nyaman dan aman sesuai dengan kondisi setiap medan.
Berkaca dari sejumlah kecelakaan dan hilangnya nyawa sejumlah pendaki gunung beberapa waktu ke belakang, apa sebenarnya yang perlu diketahui oleh pendaki pemula sebelum memulai aktivitasnya? Temui Abex dalam detikSore!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"











































