Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mendekati 6% tahun ini. Diketahui berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pertumbuhan ekonomi RI ditargetkan sebesar 5,4%.
Purbaya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi melampaui target dapat dicapai dengan mendorong belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, hingga investasi. Selain itu, penempatan saldo anggaran lebih (SAL) Rp 200 triliun di perbankan dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau tahun ini saya pastikan stimulus seperti yang ada di sistem, harusnya ekonomi bisa tumbuh mendekati 6%. Jadi Anda nggak usah khawatir," ungkapnya saat ditemui wartawan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Purbaya memastikan investasi dari pihak swasta bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jadi kita akan pastikan swasta, private sector pemerintah berjalan dengan baik. Saya monitor dari bulan ke bulan mesin pertumbuhan ekonomi kita seperti apa. Jalan semua atau ada yang macet. Kalau ada yang macet, saya akan lapor ke Pak Presiden supaya bisa dijalankan kalau perlu," imbuhnya.
Purbaya memastikan belanja kementerian/lembaga akan dilakukan tepat waktu di awal tahun. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki daya beli melalui insentif di bulan Ramadan yang masuk di kuartal I tahun ini.
"Nanti untuk triwulan pertama, nanti kan ada bulan puasa, lebaran, dan segala macam, insentif di bulan itu akan kita berikan juga sesuai dengan perintah presiden. Jadi di triwulan pertama ini akan kita dorong pertumbuhan lebih cepat dari konsumsi juga utamanya," pungkasnya.
Tonton juga video "BPS: Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Tumbuh 5,11%"
(acd/acd)










































