Purbaya soal Juda Agung Mundur dari BI Jadi Wamenkeu: Jangan Dicurigai Macam-macam

Purbaya soal Juda Agung Mundur dari BI Jadi Wamenkeu: Jangan Dicurigai Macam-macam

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 06 Feb 2026 20:47 WIB
Purbaya soal Juda Agung Mundur dari BI Jadi Wamenkeu: Jangan Dicurigai Macam-macam
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak mencurigai penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Juda Agung yang sebelumnya merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kini menjadi pejabat Kemenkeu setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Ia bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono. Purbaya menilai Juda bukan sosok baru dalam perumusan kebijakan ekonomi. Di BI Juda disebut berperan dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi, serta nilai tukar, namun kini dirinya diminta untuk ikut mengawal pengelolaan APBN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau lama menjaga stabilitas moneter, menjaga inflasi dan nilai tukar, dan lain-lain. Kerjanya banyak ya. Kini beliau diminta untuk ikut menjaga APBN. Kehadiran Pak Juda tentunya akan memperkuat perspektif kita serta koordinasi di sektor keuangan. Itu makanya ada switch ya pak, supaya kita dengan BI semakin dekat. Jadi jangan dicurigai macam-macam, teman-teman media," kata Purbaya dalam acara Pelantikan Pejabat Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

Purbaya menjelaskan, penempatan tersebut bertujuan agar hubungan dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia semakin erat.

Dia menekankan langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya gejolak global dan sentimen negatif di pasar keuangan.

"Ini emang desain supaya kita dengan BI semakin dekat lagi ke depan. Walaupun saya yakin saya sudah cukup dekat ya. Di tengah gejolak yang sekarang, banyak, sentimen negatif di pasar, fiskal moneter harus semakin dekat lagi," tambah Purbaya.

Sebelumnya, Juda menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar sinergi fiskal dan moneter semakin erat ke depannya. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi.

"Saya dari Bank Indonesia kemudian ke sini. Saya kira koordinasi sinergi antara fiskal dan moneter insyaAllah akan semakin baik, semakin erat gitu ya. Dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada saya. Waktu saya bertemu beliau arahnya intinya adalah bahwa fiskal dan moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik," jelas Juda.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads