Perang dagang global, terutama antara Amerika Serikat dan China menimbulkan ketidakpastian ekonomi tinggi, memicu kenaikan inflasi, merusak rantai pasok, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi diperparah saat Presiden AS Donald Trump menetapkan berbagai jenis tarif dan langkah proteksionisme.
Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, menilai langkah Trump tersebut dilakukan untuk menyaingi laju ekonomi China yang mulai membalap Negeri Paman Sam. Hal itu menjadi ancaman tersendiri bagi negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
"Ternyata Amerika mengalami pertumbuhan yang jauh kalah cepat dibandingkan China dalam hal perdagangan. Kita lihat ini angkanya di AS, perdagangan dunia tahun 2000 sudah mencapai US$ 2 triliun, sementara China baru US$ 474 billion. Tapi 2024 AS naik menjadi US$ 5,3 triliun atau Rp 167%, tetapi Cina menjadi US$ 6,2 triliun, naiknya 1.200%" terang pria yang akrab disapa CT itu dalam CNBC Economic Outlook 2026, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chairul Tanjung (CT) Bicara Kondisi Ekonomi Global Foto: Ignacio Geordy Oswaldo |
Hal yang sama terjadi pada perdagangan China dengan Indonesia. Di mana nilai dagang China naik dua kali lipat terhadap Indonesia. Menurutnya, ini menunjukkan agresivitas ekspansi ekonomi China dan menjadi peringatan bahwa tanpa langkah serius mendorong ekonomi domestik, AS berisiko kehilangan dominasi global dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Begitu juga trade terhadap Indonesia, tahun 2000 itu AS US$ 12,7 billion naik ke US$ 38,2 billion terhadap Indonesia naik dua kali lipat. Tetapi China naiknya 1.882%. ini yang menyebabkan kalau seandainya AS tidak melakukan segala sesuatu terkait mendorong ekonominya, maka China akan menguasai dunia dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi," jelasnya lagi.
Menurutnya hal inilah yang kemudian mendorong Trump untuk melakukan perang dagang dan memberlakukan berbagai jenis tarif untuk mengamankan perdagangan AS dan bisnis dalam negeri Paman Sam. Sebab kalau tidak, China berpotensi menguasai ekonomi dunia dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Oleh karenanya Trump harus melakukan pembelaan diri dengan melakukan trade war. Jangan lupa Trump adalah seorang bisnisman, seorang yang sangat praktikal dalam melakukan kebijakannya. Dia tidak melihat permasalahan hal-hal yang di luar kontekstualnya, masalah ekonomi adalah masalah surviving. Inilah yang dilakukan oleh Trump," jelasnya.
Lihat juga Video: Bisik-bisik Donald Trump ke Xi Jinping Usai Pertemuan di Korsel












































