Kebutuhan Telur Ayam di DKI Diprediksi Melonjak Jelang Idul Fitri

Kebutuhan Telur Ayam di DKI Diprediksi Melonjak Jelang Idul Fitri

Brigitta Belia Permata Sari - detikFinance
Rabu, 11 Feb 2026 20:41 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto.Foto: Brigitta Belia Permata Sari/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan kebutuhan bahan pangan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya telur ayam yang diperkirakan melonjak hingga 17,20% dibandingkan hari normal.

Proyeksi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto saat menghadiri diskusi Balkoters Talk bertajuk 'Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri' di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Uus mengatakan rangkaian hari besar yang berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri, menjadi perhatian khusus Pemprov DKI. Menurutnya, Jakarta sebagai pusat aktivitas dan tujuan mobilitas warga dari berbagai daerah harus memastikan ketersediaan pangan tetap aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama," ujarnya.

Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI, selain telur ayam yang naik 17,20% saat Idul Fitri, kebutuhan daging ayam juga diperkirakan meningkat 10,77 persen, bawang merah 10,67%, minyak goreng 9,67%, serta cabai rawit 9,18 %.

ADVERTISEMENT

Sementara menjelang Ramadan, kenaikan kebutuhan juga sudah mulai terlihat, di antaranya telur ayam naik 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57%, bawang putih 3,57%, cabai rawit 3,06%, serta bawang merah 2,89%.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemprov DKI bersama BUMD pangan memperkuat koordinasi pasokan dan distribusi. Uus menegaskan soliditas antar-BUMD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas stok dan harga di pasaran.

"Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci," tegasnya.

Dari sisi ketersediaan, stok beras di Jakarta saat ini tercatat mencapai 182.172 ton. Jumlah itu berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, stok Hari Besar Keagamaan Nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton.

Selain itu, Perumda Dharma Jaya memastikan stok protein hewani dalam kondisi aman, meliputi daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi hidup sebanyak 1.010 ekor. Komoditas lain yang tersedia antara lain telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton.

Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga menyiapkan langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan stok, pengawasan LPG 3 kilogram, bazar murah, hingga penguatan distribusi pangan. Pemerintah berharap kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali.

(bel/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads