Sepanjang 2025, Bank Mandiri Salurkan Bansos Rp15,1 T ke 7,45 Juta KPM

Sepanjang 2025, Bank Mandiri Salurkan Bansos Rp15,1 T ke 7,45 Juta KPM

Diffa Rezy - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 11:47 WIB
Sepanjang 2025, Bank Mandiri Salurkan Bansos Rp15,1 T ke 7,45 Juta KPM
Foto: Bank Mandiri
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Gini Ratio tercatat turun menjadi 0,363 atau berkurang 0,012 poin dibandingkan periode sebelumnya.

Per September 2025, ketimpangan pengeluaran masyarakat yang diukur melalui Gini Ratio berada di level 0,363, lebih rendah dibandingkan posisi Maret 2025. Perbaikan ini mencerminkan dampak kebijakan perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah secara konsisten, termasuk melalui Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar keluarga prasejahtera guna menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.

Dalam implementasinya, efektivitas kebijakan perlindungan sosial ditopang oleh sistem penyaluran yang andal dan terintegrasi. Sepanjang 2025, Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 123 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia melalui skema Program Sembako dan PKH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyaluran bansos dilakukan secara periodik sesuai ketentuan pemerintah. Proses pendataan dan pemutakhiran data penerima manfaat juga dilakukan secara reguler melalui mekanisme terintegrasi guna memastikan akurasi data serta ketepatan sasaran.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa perseroan terus mengakselerasi ekosistem penyaluran bantuan sosial yang terintegrasi untuk memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

"Kami akan terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang terkait langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas, guna memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, untuk memastikan efektivitas penyaluran bantuan sosial sesuai kebijakan pemerintah, Bank Mandiri secara aktif memperkuat koordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait, mulai dari proses pendataan, pemutakhiran data, hingga distribusi kepada keluarga penerima manfaat. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung akurasi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial sekaligus menjaga kredibilitas serta keberlanjutan program.

"Melalui koordinasi yang erat dengan kementerian dan pemangku kepentingan, Bank Mandiri memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, mulai dari validasi data hingga distribusi di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran dan tepat waktu," tambahnya.

Penyaluran bansos yang tepat sasaran tersebut menjadi bagian dari peran emiten berkode BMRI ini dalam menjaga daya beli masyarakat rentan, memperkuat stabilitas konsumsi rumah tangga, serta mendukung akselerasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Selain terlibat aktif dalam penyaluran bansos, Bank Mandiri juga mendukung program pemerintah yang mendorong penerima bansos segera mencapai graduasi, dengan target lebih dari 300.000 orang dapat keluar dari daftar penerima bansos pada akhir 2026. Program tersebut mendorong para penerima bansos untuk mulai merintis usaha kecil sehingga mampu memperoleh penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Diketahui, pada Triwulan IV 2025, Bank Mandiri telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosialisasi kepada penerima bansos yang memulai usaha kecil, antara lain melalui pemberian materi motivasi, pengelolaan keuangan, serta penguatan kemampuan pemasaran.

"Dukungan terhadap program prioritas pemerintah merupakan komitmen berkelanjutan Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah melalui sinergi yang terintegrasi, akselerasi yang bertumbuh, serta penguatan ekosistem BUMN, guna menghadirkan keunggulan berkelanjutan dan memperluas dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," pungkas Riduan.




(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads