Perjalanan menuju posisi puncak di industri fintech tidak selalu dimulai dari sektor keuangan. Pengalaman lintas industri inilah yang membentuk gaya kepemimpinan Bernardino Moningka Vega Jr., CEO AdaKami.
Bernardino, yang akrab dipanggil Dino, tidak memulai kariernya di dunia keuangan digital. Langkah profesionalnya justru ditempa di sektor properti, sebelum kemudian berkembang ke berbagai industri lain seperti energi dan infrastruktur.
Pengalaman lintas sektor tersebut membentuk perspektif kepemimpinan yang adaptif dan kontekstual. Setiap industri memberikan pelajaran berbeda, mulai dari pengelolaan organisasi, pengambilan keputusan strategis, hingga kemampuan membaca risiko dan peluang bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah Bernardino menjadi bos AdaKami dan terjun ke industri fintech lending bukanlah skenario yang direncanakan sejak awal. Perjalanan tersebut terjadi secara bertahap, seiring dengan dinamika karier profesional dan kebutuhan industri terhadap pemimpin dengan pengalaman multidisiplin.
Dalam setiap memasuki bidang baru, Bernardino selalu menempatkan proses belajar sebagai prioritas. Memahami karakter industri, model bisnis, serta tantangan yang menyertainya menjadi langkah awal sebelum menetapkan arah dan strategi organisasi.
Ia berpegang pada tiga kunci utama dalam memimpin perusahaan. Pertama, memahami model bisnis secara menyeluruh dengan tidak ragu untuk kembali belajar, meskipun telah memiliki pengalaman panjang di level manajerial.
Kedua, memastikan sistem meritokrasi berjalan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Pengembangan tim dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja, sehingga organisasi dapat tumbuh secara sehat dan profesional.
Ketiga, menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap pengambilan keputusan. Bagi Bernardino, integritas merupakan fondasi utama untuk menghasilkan kebijakan yang objektif dan berkelanjutan.
"Saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi tantangan, terus beradaptasi dengan perubahan, dan terlibat langsung dalam membangun karier dan usaha," ungkap Bernardino dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Sipil di University of Southern California dan melanjutkan studi MBA di Providence College, sebelum kembali ke Indonesia dan membangun karier profesionalnya.
Pendekatan lintas industri ini menjadi modal penting bagi bos AdaKami tersebut dalam menghadapi dinamika fintech yang sarat regulasi, tuntutan tata kelola, dan kepercayaan publik.
Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan komitmen untuk terus belajar, membangun tim, serta menjaga integritas demi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
(ega/ega)










































