Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan cadangan beras pemerintah (CBP) per Juni 2025 sudah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, yakni 4,2 juta ton. Angka ini diperkirakan terus mengalami peningkatan sepanjang 2026.
Masalahnya, menurut Amran saat ini Perum Bulog tidak memiliki kapasitas untuk menampung seluruh cadangan beras pemerintah. Sebab gudang yang dimiliki Bulog hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton beras.
Atas hal inilah Amran kemudian meminta kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk sekiranya memberikan tambahan anggaran atau dana untuk Bulog agar mereka bisa menyewa lebih banyak gudang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Menteri Keuangan, mungkin izin kalau ada tambahan sedikit dana untuk Bulog, bukan kami. Karena sekarang kita sudah sewa gudang kapasitas 1 juta ton. Tetapi produksi beras kita meningkat tajam," ucapnya dalam Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya hal ini menjadi sangat penting mengingat cadangan beras Indonesia dapat mencapai 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan. Angka yang jauh di atas kapasitas gudang milik Bulog.
"Kemungkinan 3 bulan ke depan 6 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Ini mungkin butuh dana tambahan Pak. Aku yang mintakan, ini bukan untuk pertanian," kata Amran.
Sebagai informasi, Amran mengatakan saat ini Perum Bulog terus melakukan penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan di tahun 2026 ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami pantau tadi malam, serapannya lebih tinggi daripada awal tahun lalu. Luas tanaman kita lebih tinggi dari tahun lalu. Aku ikuti kurang lebih (serapan) 5 ribu ton tadi malam, tanggal 21 Januari," ujar Amran dalam keterangan resminya.
Dalam laporan yang diterima Bapanas, per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri totalnya hingga 15,6 ribu ton. Ini terdiri dari pengadaan untuk stok CBP 13,5 ribu ton dan komersial 2 ribu ton.
Kepala Bapanas optimistis total stok CBP nanti dapat tembus hingga 6 juta ton. Dengan itu, kondisi tersebut mengindikasikan ketersediaan beras nasional berada di jalur yang sangat memadai.
"Artinya, hitungan kami untuk beras, hampir pasti di bulan Juni, Mei, itu stok kita kisaran 5 sampai 6 juta ton dan tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Ini hasil kerja keras kita semua," terang Amran.
"Stok kita sekarang 3,3 juta ton dan sekarang ini masuk masa panen. Kalau Bulog serap sampai Juni 3 juta ton, itu berarti 6 juta ton berasnya. Artinya, beras tidak ada alasan harga naik," pungkasnya.
(igo/fdl)










































