Purbaya soal Bea Cukai Segel Toko Emas Tiffany & Co: Ada Barang Selundupan

Purbaya soal Bea Cukai Segel Toko Emas Tiffany & Co: Ada Barang Selundupan

Ilyas Fadilah, Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 13 Feb 2026 21:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penyegelan tiga toko emas Tiffany & Co disegel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta.

Pasalnya, banyak penilaian bahwa barang-barang yang sudah masuk dalam pusat perbelanjaan berarti clear dari sisi pajak dan perizinan lainnya.

Purbaya menjelaskan, berdasarkan laporan dari petugas bea cukai, terdapat barang yang masuk berasal dari luar negeri tanpa memenuhi kewajiban kepabeanan dan tidak bayar pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, ada dugaan barang-barang selundupan.

"Bea Cukai saya tanya mereka bagaimana sih itu, sebagian besar yang masuk itu barangnya memang nggak bayar. Ditanya, kan di curigai ini selendupan atau enggak? Disuruh kasih lihat perdagangan itu form perdagangannya itu, form importnya segala macam, mereka nggak bisa tunjukkan. Jadi memang itu barang Sepanyol. Ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing, itu kelihatan semua," ungkap Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya soal praktik penyelundupan ini karena adanya permainan yang dilakukan oknum Bea Cukai, Purbaya menduga ada

"Sepertinya ada. Nanti kita lihat siapa yang terlibat itu kan yang lama-lama kan ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh setelah saya puter-puter yang baik yang depan kan jadi dia berani bertindak ya saya lihat bagus aja nanti saya lihat gimana sih hukumnya," ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan penyegelan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha lainnya agar tidak lagi melakukan praktik ilegal yang merugikan negara.

"Ini message yang baik kepada pelaku bisnis yang enggak terlalu fair yang merugikan saya sehingga income-nya dari Bea Cukai dan pajak turun bahwa kedepan hal seperti itu enggak bisa mereka lakukan lagi, sebagian sudah insaf katanya ada yang mau bayar," tegasnya.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads