PFN Mau Bangun Bioskop Milik Negara Pertama Dalam Sejarah

PFN Mau Bangun Bioskop Milik Negara Pertama Dalam Sejarah

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 17 Feb 2026 14:00 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN) Ifan Seventeen di gedung PFN, Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/3/2025).
Foto: (Dok. Istimewa)
Jakarta -

PT Produksi Film Negara (PFN) (Persero) akan membangun bioskop milik negara pertama. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah atau akrab dikenal Ifan Seventeen.

Ifan mengatakan bioskop ini menjadi pilot project bagi PFN untuk menambah jumlah bioskop di Indonesia. Apalagi menurutnya, saat ini jumlah bioskop di Indonesia dinilai belum cukup bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.

"Ahamdulillah untuk ke depan Insyaallah, PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara," kata dia dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada 2 Februari 2026, dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bioskop tersebut akan dibangun di kawasan kantor PFN, Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Belum disebutkan kapan pembangunan bioskop negara pertama itu dilakukan, Ifan hanya menyampaikan proyek diharapkan dapat mendorong daerah lain untuk mengembangkan bisnis bioskop negara.

ADVERTISEMENT

"Jadi ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama, semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain ikut mengembangkan bisnis bioskop negara ini, dengan cara bergabung sebagai shareholder," terang dia.

Dalam catatannya, jumlah bioskop di Indonesia hanya sekitar 505 dengan total layar sebanyak 2.401. Jumlah bioskop paling banyak masih terpusat di Pulau Jawa. Persebaran bioskop 3 besar tertinggi di Jawa sebesar 70%, Sumatera 15%, dan Kalimantan 5%.

"Idealnya jika dibandingkan dari India, China maupun USA harusnya Indonesia itu mempunyai 20.000 layar yang menjadi target betul kata Mas Angga setengahnya 10.000 layar. Sedangkan dari data yang kami punya sekarang di negara kita tersedia hanya sekitar 2.400 layar, di mana tingkat penyebarannya sangat tidak rata bahkan hanya 25-30% daripada kabupaten kota yang ada di Indonesia mempunyai layar," terangnya.

(ada/eds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads