Airlangga Jamin Produk RI Tetap Dapat Tarif 0% dari Trump, Sisanya 15%

Airlangga Jamin Produk RI Tetap Dapat Tarif 0% dari Trump, Sisanya 15%

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 27 Feb 2026 16:41 WIB
Airlangga
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian dagang terkait tarif resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) tetap akan diproses, meski Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump sebelumnya.

Airlangga mengatakan, perjanjian ART ini direncanakan akan berlaku 90 hari setelah ditandatangani. Selama masa itu, masing-masing pihak akan berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan, dalam hal Indonesia dengan DPR RI.

"Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," kata Airlangga saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait penetapan tarif untuk sejumlah komoditas yang sudah memperoleh tarif 0% dalam perjanjian dagang ART, Airlangga memastikan tetap berlaku.

"Ya kalau bea masuk 0% untuk sektor yang 1.800 lebih itu kan salah satu andalan kita, jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk tarif resiprokal umum yang sebelumnya dikenakan 19% kepada Indonesia, dengan adanya pembatalan dari Mahkamah Agung AS dan kebijakan dari Trump, kini produk Tanah Air dikenakan bea impor sebesar 15% sama seperti semua negara lainnya.

"(Tarif 19%) dapat diskon jadi 15%" jawab Airlangga.

Sebagai informasi, sebelumnya Airlangga sempat mengumumkan dalam perjanjian dagang yang diberi nama 'Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance' itu mencakup sedikitnya 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini bebas bea masuk ke AS.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%" katanya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).

Sementara khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, AS juga memberikan tarif 0%. Namun pemberian tarif ini akan menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," papar Airlangga.

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads