Airlangga Ungkap Konflik Iran-AS Bakal Ganggu Logistik hingga Pariwisata RI

Airlangga Ungkap Konflik Iran-AS Bakal Ganggu Logistik hingga Pariwisata RI

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 14:15 WIB
Menteri Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Β Airlangga Hartarto berbicara kepada awak media usai melakukan rapat bersama dengan para Wakil Menteri dan Beberapa Asosiasi terkait, Jakarta, Senin (7/4/2025). Dalam kesempatan ini, Airlangga Hartar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan dampak yang terjadi ke Indonesia akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Selain mengerek harga minyak, perang tersebut berdampak ke sektor logistik hingga pariwisata dalam negeri.

"Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak, yang kedua transportasi logistik, dan yang ketiga tentunya kita melihat tourism akan sangat terganggu," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Airlangga menjelaskan, ketegangan ini memicu dampak serius pada jalur perdagangan global. Terlebih, Iran telah menutup Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik paling vital dalam perekonomian dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan supply minyak itu karena Selat Hormuz kan terganggu, belum juga Red Sea," jelas Airlangga.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada sektor ekspor-impor Indonesia. Meski begitu, Airlangga menyebut dampak terhadap ekspor akan sangat bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung.

"Ya, kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor aja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh," tambah Airlangga.

Menghadapi situasi ini, Airlangga menegaskan pemerintah telah mengamankan pasokan minyak dari luar kawasan Timur Tengah, seperti Amerika Serikat (AS). Hal ini sejalan dengan Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan energi raksasa asal AS, seperti Chevron dan Exxon guna memastikan stok dalam negeri aman.

"Pemerintah sudah punya MOU untuk mendapatkan supply dari non middle east, misalnya kemarin Pertamina sudah bikin MOU dengan Amerika beberapa, dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain," katanya.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads