Manisnya Jualan Parsel Lebaran di Cikini, Sebulan Bisa Dapat Ratusan Juta

Manisnya Jualan Parsel Lebaran di Cikini, Sebulan Bisa Dapat Ratusan Juta

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 07:00 WIB
Parcel Cikini
Penjual Parsel di Cikini/Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menjelang Lebaran, kawasan Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat ramai dipadati pedagang parsel. Banyak di antara mereka merupakan pedagang musiman yang memanfaatkan momentum dan tradisi berkirim parsel untuk kerabat atau keluarga sebagai waktu untuk mengumpulkan cuan yang hanya datang setahun sekali.

Salah satunya ada Lutfi, pedagang parsel di Cikini Gold Center (CGC) yang selama bulan Ramadan ikut membuka lapak tambahan di sudut jalan Pasar Kembang. Menurutnya keberadaan lapak tambahan ini menjadi sangat penting untuk menarik pelanggan yang datang.

"Memang sudah tradisinya sih, setiap tahun buka lapak di daerah Cikini. Di sini ada yang memang biasanya jualan parsel di CGC, banyak juga yang cuma jualan musiman. Memang di sini bukanya pas Puasa sampai sebelum Lebaran saja," kata Lutfi kepada detikcom, Senin kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga parsel yang ditawarkan pun sangat variatif, menjangkau semua kalangan. Mulai dari paket berisi makanan dan minuman seharga Rp 200.000, hingga parsel berisi barang pecah belah mewah dan makanan ringan mencapai Rp 2 juta atau lebih.

ADVERTISEMENT

"Kalau di sini yang paling murah ada dari Rp 200.000 yang isinya paling makanan sama minuman-minuman ringan saja, sampai Rp 1-2 juta juga ada yang isinya campur sama pecah belah. Yang mahal itu pecah belah sih, bisa sampai puluhan juta kalau mau," terangnya.

Meski hanya lapak musiman, namun skala bisnis yang dijalankan Lutfi sangatlah besar. Bahkan jauh lebih besar dari skala usaha hariannya. Dengan nada penuh syukur, ia mengungkap kapasitas penjualannya yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan parsel dari pesanan perusahaan.

"Kalau kantor tuh biasanya dari awal ramadan sudah datang nih, survei, beli satu dua parsel, nanti dia pesan lagi buat diambil seminggu sebelum Lebaran biasanya. Kalau kantor bisa pesan ratusan, kaya bank-bank, Polda gitu, polisi-polisi, anggota-anggota gitu banyak juga yang pesan ke sini," ucap Lutfi.

"Kadang bisa sampai ribuan juga pesanan, tapi kalau segitu biasanya bagi-bagi, bikin sama yang lain. Jadi semua merata sih di sini dapatnya, semua lapak kebagian lah. Kalau paling rekor yang pernah dipegang sendiri bisa sampai 250 parsel," jelasnya lagi.

Parsel Tak Laku

Kalaupun memang ada sisa parsel yang tak laku sampai lapak musiman itu tutup, produk yang saat ini tak laku itu bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan dagang di periode Hari Raya besar lainnya. Walaupun cara ini hanya berlaku untuk barang pecah belah.

Sementara bagi parsel yang berisi makanan dan minuman ringan akan dibongkar untuk kemudian dijual murah. Dengan begitu tidak ada sisa produk makanan yang berpotensi rusak atau kedaluwarsa karena tak kunjung laku.

"Kalau memang nggak laku bisa kita bongkar sih. Kalau yang pecah belah kan masih bisa kita simpan. Tapi kalau yang makanan biasanya kita obral lagi, jual murah gitu biar dia habis. Soalnya kalau makanan kan nggak mungkin kita jual lagi buat tahun depan misalnya, takut isinya rusak atau sudah expired. Nggak mau kita ambil risiko buat makanan," terang Lutfi.

Berkat penjualan parsel Lebaran yang didapat dari pesanan dan pembeli harian di Pasar Kembang Cikini inilah, Lutfi mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah, meski ia tidak ingin merinci lebih jauh.

"Lebaran bisa dapat dua tiga kali dari modal sih. (Omzet ratusan juta) Alhamdulillah itu sampai sih, berkat Ramadan. (Rp 100-200 juta) Ada, tapi kan kita juga banyak ke karyawan jadi bertambah cuma buat Lebaran doang," ujar Lutfi.

"Ibaratnya ini jadi 'THR' lah buat kita. Itu juga buat modal usaha sampai setahun ke depan lagi kan. Kalau hari biasa kan jauh banget, jual parsel paling cuma laku satu dua, kalau sehari-hari sepi kan," pungkasnya.

Tonton juga video "Pedagang Parsel Buah Cuan Puluhan Juta Rupiah Jelang Maulid Nabi"

Halaman 2 dari 2
(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads