Pemberdayaan BRI Bantu 'Hijasmita' Tumbuh Lewat Desain Modern Nuansa Lokal

Pemberdayaan BRI Bantu 'Hijasmita' Tumbuh Lewat Desain Modern Nuansa Lokal

Shalli Irda - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 15:01 WIB
Pemberdayaan BRI Bantu Hijasmita Tumbuh Lewat Desain Modern Nuansa Lokal
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Scarf dan hijab kini tidak lagi sekadar pelengkap busana, melainkan ruang ekspresi sekaligus medium bercerita. Hal itu diwujudkan Hijasmita, brand fesyen asal Jakarta Timur yang mengangkat keindahan dan kearifan lokal Indonesia melalui desain scarf serta outer bergaya modern.

Hijasmita didirikan Mita pada awal 2019 setelah resign di akhir 2018. Berawal dari keinginan tetap produktif dan membangun usaha sendiri, ia memilih fesyen karena tren hijab printing yang tengah naik. Untuk memperkuat identitas brand, Mita aktif mengikuti pelatihan dan program pembinaan.

Hijasmita, diambil dari nama Asmita dan dimaknai sebagai simbol hijrah, merepresentasikan perjalanan Mita dari karyawan menjadi wirausaha. Sejak awal, brand ini tidak hanya menjual fesyen, tetapi juga membawa pesan transformasi diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk utamanya berupa scarf multifungsi yang dapat dipakai sebagai hijab, outer, waspina, hingga turunan seperti pouch dan scrunchie. Seluruh produksi dijalankan dengan prinsip keberlanjutan, memanfaatkan sisa kain agar bernilai guna maksimal.

"Scarf itu sangat fleksibel, tidak hanya sebagai hijab, tetapi juga bisa menjadi outer, waspina, hingga diolah dari sisa kainnya. Saya ingin setiap bahan yang diproduksi tetap dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia," ujar Mita dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Kekuatan Hijasmita juga terlihat pada motif yang mengangkat ornamen lokal Jakarta, seperti gigi balang, langkan, padi, serta flora Nusantara yang dikemas dalam desain modern. Karyanya telah tampil di pameran, masuk department store, menjalin kemitraan hingga Bali, dan merambah pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.

Perjalanan bisnis Hijasmita memasuki fase baru ketika Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada 2023. Lewat program ini, ia mendapat pendampingan yang membantu pengembangan usaha berjalan lebih terstruktur dan strategis.

Mita menilai materi BRIncubator bersifat aplikatif karena tidak berhenti pada teori, tetapi langsung menyasar tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Ia mendapatkan pembekalan tentang pemasaran, branding, digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan yang bisa diterapkan dalam operasional sehari-hari.

"Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari," kata Mita.

Dari proses evaluasi selama program, Mita melihat pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Salah satu langkah strategis yang kemudian diambil adalah memaksimalkan produk outer, yang dinilai memiliki pasar lebih luas dibandingkan hijab, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi karakter utama Hijasmita.

Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga merasakan dampak dari perluasan jejaring. Kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi BRI membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menambah kepercayaan diri dalam menjalankan usaha.

Ke depan, Mita berharap Hijasmita terus tumbuh konsisten dan melangkah lebih jauh, termasuk menembus pasar internasional. Ia menyebut pendampingan yang diterima tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha, sehingga ia merasa lebih kuat dan tidak sendirian menghadapi tantangan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis.

Inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM memperluas jejaring serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Ia juga menekankan pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

"Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah," pungkasnya.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads